Bahasa Indonesia Makin Populer di Thailand Selatan
Makin banyak warga Thailand Selatan yang lebih menyukai dan menggunakan bahasa Indonesia dibanding Melayu maupun Thai
Tahun 2010 ini, sedikitnya ada 54 siswa dari Thailand Selatan yang mendapat dharmasiswa ke Indonesia. Jumlah ini terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan beasiswa dharmasiswa menjadi hal yang paling ditunggu oleh pelajar Thailand Selatan. Jumlah pelamar juga terus meningkat. Mayoritas siswa mendaftar untuk belajar bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia makin populer di Thailand Selatan, mengingat banyak penduduk yang dapat berbahasa Melayu sehingga lebih mudah bagi mereka untuk belajar bahasa Indonesia.
Hal inilah yang mendorong KBRI Bangkok dan KRI Songkhla untuk mengadakan pertemuan dengan pihak akademisi, calon peserta Dharmasiswa di Thailand Selatan, Alumni Indonesia, Southern Border Administrative Center (SBPAC) lembaga di Thailand Selatan yang menangani seluruh alumni dan Internal Security Operations Command (ISOC) dari aspek keamanan.
Sampai saat ini, terdapat sekitar 600 orang Alumni Indonesia yang telah membentuk perkumpulan alumni dipimpin oleh Abdul Hafiz Hiley. KBRI Bangkok dan KRI Songkhla berencana untuk membentuk sebuah gugus kerja yang melibatkan berbagai pihak terutama dari Thailand Selatan guna memonitor perkembangan pelajar yang belajar di Indonesia. Demikian deplu.go.id merilis, Jumat (23/7)
Deep South Watch yang berada di bawah naungan Yala Islamic University menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia yang telah banyak memberikan bantuan pendidikan melalui beasiswa-beasiswa, seperti dari Departemen Agama RI, Kementerian Pendidikan Nasional dan Muhammadiyah.
Saat ini Yala Islamic University ingin membangun kerjasama di bidang riset dengan universitas di Indonesia, khususnya terkait dengan pembangunan di Thailand Selatan. (*)