Aktivis Kemanusiaan Diserang
Netanyahu Gunakan Diplomasi Hentikan Kedatangan Mavi Marmara
Israel menyatakan serangan mereka ke kapal Mavi Marmara dilakukan karena kapal tersebut mengabaikan peringatan dari mereka.
Netanyahu mengatakan pihaknya sudah memberikan peringatan berkali-kali sebelum insiden yang menewaskan sembilan warga Turki pro-Israel serta seorang warga Amerika Serikat (AS). Netanyahu menjadi saksi pertama yang memberikan kesaksian di panel yang ditunjuk negara terkait serangan mematikan ke kapal Mavi Marmara, 31 Mei lalu.
Serangan yang dilakukan sebelum fajar di perairan internasional lepas pantai Israel setelah kapal flotilla itu menolak peringatan Israel agar tidak masuk ke Gaza.
Wilayah Gaza ini dikuasai oleh Hamas dan ditutup oleh blokade kapal angkatan perang laut Israel. "Hal ini dimulai pada 14 Mei dan kantor perdana menteri sudah mengontak pemimpin level tertinggi di Turki," kata Netanyahu.
"Sejumlah kontak yang dilakukan untuk menghindari konfrontasi dengan kapal flotilla Marmara dan mereka terus melakukan rencana tersebut sampai akhirnya kapal itu sampai di pantai Gaza," ujar Netanyahu
"Meski kami terus melakukan kontak diplomatik pihak Pemerintah Turki tidak berusaha menghentikan usaha Marmara untuk menghalang blokade kapal. Ini terlihat Turki tidak melihat prospek adanya ketegangan yang mungkin terjadi antara aktivis Israel dan Israel," katanya.
Ini adalah pernyataan Netanyahu paling terbuka terkait dengan sejumlah upaya diplomasi yang berusaha dilakukan Israel yang berakhir dengan insiden serangan Mavi Marmara. Serangan ini mendapat kutukan dari dunia internasional dan hampir merusak hubungan baik dengan Turki, salah satu sekutu terdekat Israel dari dunia Muslim.