Rabu, 8 April 2026

Penulis Buku Disidangkan Karena Menghina Pengadilan

Alan Shadrake, penulis buku asal Inggris digeladang ke kursi pesakitan karena didakwa telah menghina pengadilan dalam bukunya tentang hukuman mati.

Penulis: OMDSMY Novemy Leo
TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA --- Alan Shadrake (75), penulis buku asal Inggris digeladang ke kursi pesakitan karena didakwa telah menghina pengadilan dalam bukunya tentang hukuman mati.

Buku Alan yang berjudul Once a Jolly Hangman, Singapore Justice in the Dock, itu mengritisi hukuman mati di Singapura, yang menurutnya digunakan secara tidak adil. Isu lain yang diangkat Aan yakni kebebasan mengungkapkan pendapat.v

Dalam buku itu, Alan mewawancarai sejumlah pegiat hak asasi manusia, penasehat hukum, mantan perwira polisi serta profil Darshan Singh, mantan Kepala Pelaksana Ekseskusi di Penjara Changi, Singapura. Disebutkan bahwa Darshan telah memimpin eksekusi hukuman mati atas 1.000 pria dan wanita sejak tahun 1959 hingga pensiun tahun 2006.

Kelompok pegiat hak asasi manusia berpendapat pihak berwenang Singapura sering kali menggunakan pengadilan untuk membungkam para pengritiknya. Akibatnya, Alan dinyatakan bersalah dan disidangkan di Pengadilan Singapura. Pekan depan, Alan akan menjalani vonis pengadilan dan dia juga masih akan menghadapi dakwaan terpisah berupa fitnah. Hingga saat ini, buku karya Alan sudah laku terjual 6.000 eksemplar.

Namun menurut hakim, buku Alan mengandung setengah kebenaran dan setengah kebohongan. Karena itu, jika pembaca tidak melakukan pengecekan, maka mereka akan kehilangan keyakinan atas pengadilan di Singapura.

"Kasus ini tentang seseorang yang antara lan mengatakan hakim-hakim di Singapura tidak adil... dan dipengaruhi situasi politik dan ekonomi serta bias terhadap yang lemah dan miskin," kata hakim Quentin Loh.

Mendengar pendapat hakim, Alan mengaku mendapat pengadilan yang seimbang. "Saya kira saya mendapat pengadilan yang seimbang. Saya tidak akan menyembah mereka, saya akan terus berjuang," kata Alan sebagaimana dilansir BBC..

Alan yang tinggal di Malaysia, ditangkap bulan Juli 2010 ketika dia berkunjung ke Singapura untuk acara peluncuran bukunya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved