Dua Korea Bersitegang
Cina Stress Atas Sikap Korea Utara
Pemimpin China dikabarkan semakin frustasi terhadap sikap sekutunya, Korut terkait serangan ke Pulau Yeonpyeong, bebepara waktu lalu.
Demikian salah satu bocoran dalam teleks diplomatik Amerika Serikat yang dibocorkan Wikileaks. Menurut teleks itu, pejabat departemen luar negeri China menganggap Pyongyang bertindak sebagai anak manja.
Salah satu teleks yang diterbitkan Senin (29/11/2010) menyebutkan, Wakil Menteri Luar Negeri Cina, He Yafei, mengatakan kepada kuasa usaha Amerika di Beijing. Menurutnya, Korut bertindak sebagai anak manja untuk mendapatkan perhatian Washington, bulan April 2009 lalu dengan melakukan uji coba peluru kendali.
"China, karena itu, mendorong Amerika Serikat, setelah beberapa waktu, untuk memulai kontak kembali dengan DPRK (Korea Utara)," tulis diplomat itu.
He mengatakan, Wen akan mengupayakan Pyongyang menghentikan aktivitas nuklir dan kembali ke meja perundingan. Pertemuan enam pihak yang ditujukan untuk meredakan masalah nuklir antara dua Korea, Amerika, China, Jepang dan Rusia, terhenti sejak April 2009.
Korea Selatan dan Amerika mengatakan perundingan tidak akan dilanjutkan sampai Korea Utara beritikad menghentikan program nuklir.
Sementara itu, teleks kedua bulan September 2009 menyebutkan, He Yafei tidak menganggap penting kunjungan Perdana Menteri Wen Jiabao ke Pyongyang, dengan mengatakan kepada Wakil Menteri Luar Negeri Amerika, James Steinberg:
"Kami bisa saja tidak suka dengan mereka...(namun) mereka adalah negara tetangga."
Pemerintah Amerika mengatakan dibocorkannya dokumen oleh Wikileaks itu merupakan serangan terhadap masyarakat dunia tetapi kemitraan yang dibangun selama ini dapat bertahan menghadapi tantangan itu.