Gempa dan Tsunami Landa Jepang
Jepang: Kami Tidak Diskriminatif dalam Evakuasi Korban
Pemerintah Jepang tidak melakukan diskriminasi dalam melakukan evakuasi maupun memberikan bantuan kepada korban gempa dan tsunami
Demikian ditegaskan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Makiko Kikuta, saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri RI Marty M. Natalegawa di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta, Rabu (16/3/2011).
Makiko menyatakan bahwa sikap pemerintahnya tidak menganggap warganya sebagai warga negara harus didahulukan untuk dibantu.
"Pemerintah Jepang berupaya memprioritaskan untuk mencari korban, menyelamatkan korban. Itu prioritas kita, tidak penting itu orang dari negara mana," tegasnya, Rabu (16/3/2011), Kantor Kemenlu, Jakarta.
Menurutnya tindakan yang sama juga diambil dalam melakukan evakuasi warga yang berada dekat dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima.
Semua warga negara baik Jepang maupun negara lainnya diperingatkan untuk menjauh dari radius 20 KM. Penanganan korban pun sama dilakukan oleh pemerintah Jepang.
Hal ini dibenarkan oleh Menlu RI Marty Natalegawa, mengutip keterangan tim Relief KBRI di Tokyo, saat melakukan upaya pencarian WNI.
"Benar yang disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, dalam evakuasi korban tidak dibeda-bedakan antara Warga Negara Jepang dan asing," jelasnya menambahkan.
Marty juga mengisahkan bahwa dari pengalaman tim Relief KBRI, dalam proses evakuasi WNI maka Indonesia juga mengevakuasi Warga Negara Lain. Antara lan Nepal, Filipina, Malaysia dan beberapa negara lainnya.