Kapal Costa Concordia Tenggelam
10 Bulan untuk Bersihkan Bangkai Costa Concordia
Tak semudah membalikan telapak tangan, mungkin pribahasa itu cocok menggambakan proses pembersihan bangkai kapal persiar Costa
TRIBUNNEWS.COM - Tak semudah membalikan telapak tangan, mungkin pribahasa itu cocok menggambakan proses pembersihan bangkai kapal persiar Costa Concordia yang karam di perairan Pulau Isola del Giglio, 13 Januari lalu.
Menurut petinggi tim operasi penyelamatan Italia, setidaknya membutuhkan 10 bulan untuk mengangkat seluruh tubuh kapal 'Titanic Italia' tersebut.
"Dengan mempertimbangkan kendala-kendala yang ada, seperti cuaca, dan kondisi laut yang dapat mempengaruhi proses, akan membutuhkan tujuh sampai 10 bulan untuk membersihkan bangkai kapal," kata Kepala Badan Perlindungan Sipil Italia, Franco Gabrielli, seperti dikutip dari BBC, Senin (30/1/2012).
Ia membeberkan, dua bulan pertama dari rangkaian waktu 10 bulan tersebut habis hanya untuk mencari perusahaan yang akan melakukan pembersihan kapal. Proses pencarian itu dilakukan melalui mekanisme tender oleh Costa Conciere, perusahaan pemilik Costa Concordia.
"Kita sudah tahu bahwa ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama, tetapi saya pikir itu penting bahwa setiap orang sangat menyadari bahwa kita akan memiliki batasan waktu yang sangat signifikan," ujarnya.
Karena keterbatasan waktu tersebut, pihaknya lanjut Franco, akan memprioritaskan menemukan korban selamat di balik reruntuhan kapal, maupun korban meninggal, dan hilang.
"Sekarang kita memiliki tujuan besar untuk itu," tutupnya.
Seperti diketahui, Costa Concordia karam pada 13 Januari lalu, setelah menabrak karang di dekat Pulau Isola del Giglio. Sedikitnya 4.200 orang ada di atas kapal saat itu.
Dituding kapal Costa Concordia celaka, dikarenakan kesalahan sang kapten kapal yang mengemudi hingga dekat dengan darataan. Ia melakukan hal tersebut diduga karena ingin memamerkan kapalnya kepada penduduk pulau.
Selain dituding bertanggung jawab atas karam kapal yang dikemudikannya, Francesco dituding ciut nyali, karena meninggalkan kapal dan meninggalkan ribuan orang penumpangnya terjebak di dalam kapal yang mulai karam.
Berdasarkan rekaman percakapan diantara dirinya dengan petugas pelabuhan Italia, Francesco sempat menolak 10 kali, untuk kembali ke atas kapal untuk memimpin upaya penyelamatan.