Iran Vs Amerika Memanas
Donald Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran, Klaim Sudah Dapatkan Semua yang Diinginkan
Donald Trump mengklaim membatalkan serangan militer AS terhadap Iran setelah tercapainya kesepakatan prinsip yang melibatkan sejumlah negara
Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengklaim membatalkan serangan militer AS terhadap Iran setelah tercapainya kesepakatan prinsip yang melibatkan sejumlah negara di kawasan.
- Meski Trump menyebut seluruh poin utama telah disetujui, Iran membantah telah menyetujui nota kesepahaman atau dokumen resmi apa pun dengan Amerika Serikat.
- Sejumlah isu utama seperti aset Iran yang dibekukan, pembukaan Selat Hormuz, dan negosiasi program nuklir disebut telah menemukan titik temu, meski persetujuan final Teheran masih ditunggu.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia membatalkan serangan terhadap Iran yang direncanakan pada Kamis (11/6/2026) malam waktu setempat.
“Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, telah membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini,” kata Trump dalam unggahan di media sosial, Jumat (12/6/2026) pukul 00.28 WIB.
“Diskusi dan poin-poin akhir telah, baik secara konsep maupun detail, disetujui oleh semua pihak yang terlibat, termasuk Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, UEA, Qatar, Turki, Pakistan, Bahrain, Kuwait, Yordania, Mesir, dan lainnya,” tambahnya.
“Blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya hingga transaksi ini diselesaikan. Waktu dan tempat penandatanganan akan segera diumumkan,” kata Trump.
Dalam telekonferensi untuk mendukung kandidat Senat Alabama, Barry Moore, Trump mengatakan:
“Hari ini kita telah menyelesaikan masalah dengan Iran. Kita telah membuat kesepakatan yang hebat.”
“Tidak akan ada senjata nuklir. Orang-orang akan segera pulang. Semuanya hampir selesai. Kita mendapatkan semua yang kita inginkan,” katanya, menurut NBC News.
Baca juga: 5 Populer Internasional: Perang Informasi AS dan Iran - Pipa Raksasa Misterius di Pantai Jepang
Militer AS Sudah Bersiap
Militer AS hampir meluncurkan rudal ke Iran pada Kamis ketika Presiden Donald Trump mengumumkan di media sosial bahwa kesepakatan telah tercapai.
Menurut laporan NBC News yang mengutip pejabat yang mengetahui masalah tersebut, pasukan AS telah menerima perintah untuk melakukan serangan pada malam itu. Unit angkatan laut juga telah menyesuaikan rencana operasi udara dan menyiapkan amunisi.
Para pejabat mengatakan operasi tersebut telah berada pada tahap akhir sebelum akhirnya dibatalkan.
NBC melaporkan bahwa Pulau Kharg tidak termasuk dalam daftar target yang disetujui, meskipun sebelumnya Trump sempat merujuk lokasi tersebut dalam ancamannya.
Laporan itu menambahkan bahwa meskipun militer AS telah mengembangkan rencana darurat yang melibatkan infrastruktur minyak Iran, termasuk Pulau Kharg, opsi tersebut belum diizinkan untuk dieksekusi.
Para pejabat juga mengatakan bahwa pernyataan publik Trump di media sosial tidak sejalan dengan perencanaan operasional spesifik yang sedang berlangsung pada saat itu, menurut NBC.
Respons Iran
Sementara itu, Iran belum menyetujui dokumen apa pun terkait nota kesepahaman dengan Amerika Serikat, lapor kantor berita Fars yang berafiliasi dengan IRGC.
Bertentangan dengan klaim Presiden Donald Trump, belum ada teks nota kesepahaman awal dengan AS yang telah disetujui, kata laporan tersebut.