Putra Kadhafi Ancam Gelar Pemberontakan di Libya
Saadi Gaddafi, mengancam akan memimpin pemberontakan terhadap pemerintah peralihan negara itu
Laporan wartawan tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM - Putra mantan mendiang Presiden Libya, Muammer Kadhafi, Saadi Gaddafi, mengancam akan memimpin pemberontakan terhadap pemerintah peralihan negara itu. Ancaman itu ia lontarkan saat diwawancarai oleh stasiun televisi Niger, al-Arabiya Sabtu (11/2/2012).
Menurutnya, para pengikut ayahnya di Libya saat ini masih terbilang banyak, hal itu tidak terhitung yang berada di dalam Dewan Transisi Nasional yang berkuasa (NTC).
"Pemberontakan tidak hanya terbatas di beberapa daerah, namun mencakup semua wilayah Jamahiriya. Pemberontakan ini ada dan saya mengikuti dan menyaksikannya, karena tumbuh lebih besar hari demi hari," katanya, seperti dikutip BBC, Minggu (12/2/2012).
Saadi yang melarikan diri dari Libya, menuju Niger, pada bulan Agustus tahun lalu, dan menetap di negara itu, setelah ayahnya digulingkan oleh kelompok pemberontak Libya. Dalam pelariannya, Saadi mengaku terus melakukan kontak dengan tentara, milisi, para pejabat NTC, dan anggota lain dari keluarga Kadhafi.
Wartawan BBC di Tripoli, Ibukota Libya mengatakan, Pemerintah Transisi Libya, khawatir pecahnya pemberontakan oleh kelompok loyalis Kadhafi, namun mereka menilai apabila Saadi yang memimpin pemberontakan, maka ia akan memulainya di daerah terpencil.
Seperti diberitakan sebelumnya, Muammar Kadhafi yang memerintah Libya selama empat dekade, tumbang di bulan Oktober 2011, setelah konflik politik dan pemberontakan pecah di Libya selama beberapa bulan terakhir.
Pasca tumbangnya Kadhafi, Libya dipimpin oleh Pemerintah Transisi Libya, yang hingga kini belum mampu mempersatukan seluruh Libya, seiring perlawanan kelompok milisi pro Kadhafi di beberapa wilayah di Libya. (bbc)