Pertempuran sengit terjadi di Aleppo
Pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dengan pemberontak terjadi di Aleppo, kota yang selama ini tidak tersentuh aksi bersenjata di Suriah
Pertempuran di Suriah menyebar ke sejumlah wilayah termasuk di Aleppo
Sejumlah aktifis mengatakan pertempuran berat terjadi di Aleppo, kota yang selama ini tidak tersentuh aksi bersenjata di Suriah.
Pertempuran tersebut menurut mereka terpusat di distrik Salah al-Din dan sejumlah wilayah lain seperti Sakhur dan Haydariya.
Aleppo selama ini dikenal sebagai kota yang terhindar dari dampak pertempuran berdarah sejak gejolak menentang pemerintah Presiden Bashar al-Assad pecah pada bulan Maret tahun lalu.
Kekerasan di kota ini terjadi sehari setelah Dewan Keamanan PBB mengambil keputusan untuk memperpanjang misi peninjau PBB hingga 30 hari ke depan.
Resolusi yang dikeluarkan menyatakan bahwa setelah rentang waktu itu, para pemantau akan pergi jika mereka tidak mampu melaksanakan tugasnya untuk mengawasi rencana perdamaian yang ditengahi utusan PBB dan Liga Arab, Kofi Annan.
Mandat mereka akan diperpanjang jika penggunaan senjata berat berakhir dalam aksi pertempuran di Suriah.
Sebelumnya pada hari Sabtu (21/07), Sekjen PBB, Ban Ki-Moon telah mendesak Dewan Keamanan untuk menyatukan dan melaksanakan tanggung jawab kolektif dalam menangani krisis di Suriah.
Kabar tidak menyenangkan
Ban juga mengatakan dia akan mengirim Wakil Sekjen PBB untuk Operasi Perdamaian, Herve Ladsous, ke Suriah dan telah meminta penasihat militernya yang paling cakap untuk terlibat dalam misi pemantauan di negara itu.
Kelompok aktifis mengatakan pertempuran di Aleppo melibatkan pasukan pemerintah dengan kelompok pemberontak yang tergabung dalam Pasukan Pembebasan Suriah, FSA.
Salah satu aktifis yang berada di Aleppo, Mohammed Saeed mengatakan pertempuran terus berlangsung sepanjang malam hingga Sabtu pagi.
Aleppo merupakan daerah yang dekat dengan wilayah Turki, tempat komandan FSA berada selama ini.
Sejumlah laporan aktifis mengatakan banyak warga di Salah al-Din telah mengungsi karena khawatir kota itu akan dihujani dengan peluru dan artileri berat oleh pasukan pemerintah.