Sabtu, 11 April 2026

Film Innocence of Muslims

Rusia Ancam Tutup Akses Youtube

Pemerintah Rusia mengancam akan menutup akses situs YouTube.com, kecuali pihak perusahaan penyedia layanan video streaming itu mencabut

Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Rusia mengancam akan menutup akses situs YouTube.com, kecuali pihak perusahaan penyedia layanan video streaming itu mencabut film anti-Islam, Innocence of Muslims dari layanan mereka.

Langkah itu ditempuh oleh Pemerintah Russia, ditengah keresahan umat muslim Rusia atas film yang disutradarai oleh warga negara Amerika tersebut. Dalam akun Twitternya, Menteri Komunikasi Russia, Nikolai Nikiforov menyatakan bahwa akses ke situs berbagi video online itu akan diblokir di Rusia jika pihak perusahaan tidak mematuhi perintah pengadilan yang melarang diedarkannya film Innocence of Muslims.

Kejaksaan Russia sebelumnya telah meminta pengadilan Moskow melarang pengedaran film Innocence of Muslim.

Google pihak pemilik Youtube.com, menyatakan akan membatasi konten jika melanggar hukum setempat, namun raksasa internet mengatakan, pihaknya juga berupaya untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berbicara dan sensor.

"Kami bekerja keras untuk membuat semua orang dapat menikmati konten kami, namun juga memastikan bahwa masyarakat dapat mengekspresikan pendapat yang berbeda," ujar seorang juru bicara YouTube, seperti diberitakan oleh FoxNews.com, Rabu (19/9/2012).

Film beranggaran rendah, berjudul "Innocence Muslim," telah membuat marah umat muslim lantaran menggambarkan Muslim sebagai tidak bermoral dan cinta kekerasan.

"Ketika konten kami dinilai melanggar aturan di sebuah negara, kita akan menghapus untuk akses di negara itu," kata seorang juru bicara Google.

Namun pihak perusahaan menolak mengomentari pernyataan Menteri Komunikasi Russia tersebut.

Perlu diketahui akses untuk menyaksikan video Innocence of Muslims di Youtube.com saat ini sudah tidak bisa dilakukan di beberapa negara diantaranya, India, Indonesia, Libya dan Mesir. Google mengatakan negara-negara lain kemungkinan akan meminta langkah pemblokiran yang sama.

Klik:

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved