Sabtu, 25 April 2026

Dubes M Lutfi: Indonesia Macet, Salahkan Toyota, Suzuki, dan Daihatsu

Indonesia memang sedang naik daun di Jepang. Kursi seminar mengenai Indonesia, Kamis (14/2/2013)

Editor: Widiyabuana Slay

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia memang sedang naik daun di Jepang. Kursi seminar mengenai  Indonesia, Kamis (14/2/2013), penuh diisi sekitar 500 orang pengusaha Jepang yang ingin mendengarkan paparan para ahli, eksekutif, termasuk Duta Besar Indonesia untuk Jepang,  Muhammad Lutfi. Semua ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai Indonesia. Demikian dilaporkan Tribunnews.com di Tokyo.

Dubes Lutfi dengan gayanya yang profesional sebagai pembicara mengungkapkan potensi yang sangat besar bagi Jepang untuk investasi di Indonesia saat ini.

"Indonesia akan menjadi nomor empat terbesar (setelah China, India, Amerika) ekonominya di dunia tahun 2040 sesuai prediksi perusahaan finansial dunia, Citigroup. Sumber alam yang luar biasa besar, jumlah manusia ratusan juta jiwa serta demokrasinya yang baik dan pemerintahannya yang stabil. Tidak heran saat ini kemacetan terjadi di mana-mana di Indonesia karena perekonomian yang meningkat bagus saat ini."

Meskipun demikian, tambahnya, soal kemacetan jangan salahkan Indonesia tapi salahkan itu para pembuat mobil seperti Toyota, Suzuki, Daihatsu, ujarnya lagi disambut tertawaan dari para pengunjung seminar.

Pembicara lain DR Yuri Sato, Direktur Jenderal IDE-Jetro, bahkan memaparkan data rinci lengkap beserta grafiknya mengenai kehebatan perekonomian Indonesia saat ini.

"Potensi ekonomi Indonesia memang sangat baik sekali bahkan tahun 2014 diperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai sedikitnya 6,55 persen," paparnya.

Di tengah pertumbuhan ekonomi itu memang masih ada yang harus dibenahi dan masih ada masalah sosial di sana sini pula karena luasnya dan beraneka ragam suku bangsa serta agama di Indonesia. Meskipun demikian Sato yakin dalam kedewasaan Indonesia saat ini dipercaya dapat membenahi semua masalah itu di masa datang seiring dengan kemajuan perekonomian yang ada.

Pembenahan yang ada seperti infrastruktur justru menjadi kesempatan bisnis yang baik bagi pengusaha Jepang, tambahnya, "Selain itu sangat direkomendasikan perusahaan Jeapang mencari rekanan perusahaan yang besar dan solid di Indonesia sehingga usahanya dapat lancar di Indonesia."

Sementara itu Aida Greenbury, Managing Director Asia Pulp and Paper, menekankan komitmen Perusahaannya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia, "Bahkan kita kita mengajak para stakeholder seperti NGO, pemerintah, masyarakat dan kalau perlu Jepang juga bisa ikut bersama berpartisipasi ke dalam proyek kami melestarikan hutan Indonesia. Kami komitmen menentukan sekian persen hutan di Indonesia diproteksi untuk kelestarian dan kami akan menjaga hal tersebut bagi kepentingan Indonesia dan dunia."

Atase kehutanan KBRI di Tokyo, Maidiward, juga menekankan komitmen serta ajakan kepada Jepang agar ikut dalam proyek penghijauan penanaman satu miliar pohon di Indonesia agar kelestarian dan keseimbangan alam dapat terjaga dengan baik, "Bukan hanya bagi Indonesia saja, tetapi juga bagi dunia."

Ajakan inilah yang mendapat sambutan positif dari moderator seminar, Dr. Shigeyuki Okajima, Eksekutif Direktur Forum Pendidikan Lingkungan Hidup Jepang,  "Wah ini program yang sangat baik. Saya rasa Jepang harus ikut berpartisipasi ke dalam proyek tersebut, bukan hanya kelestarian alam semakin baik tetapi hubungan kedua negara ini Jepang-Indonesia juga akan menjadi semakin baik nantinya."

Pada program "Semiliar Pohon Buat Dunia" itu Maidiward juga mengajak Jepang untuk ikut berpartisipasi membantu, mengembangkan dan mempromosikan Taman Nasional Indonesia, "saat ini ada lebih dari 50 Taman Nasional di Indonesia yang belum digarap dengan baik.

"Untuk itu lah hal tersebut merupakan kesempatan emas bisnis bagi pengusaha Jepang untuk ikut bersama-sama mengelola Taman Nasional sehingga lebih baik lagi dan menguntungkan di masa depan," harapnya tadi.

Pembicara lain Masao Seki, General manager Sompo Japan Insurance Inc., memaparkan khusus kepada Tribunnews.com bahwa Sompo Japan yang berkantor di Indonesia akan menekankan asuransi kendaraan bermotor serta dalam waktu dekat memasyarakatkan asuransi jiwa, "Kami melihat potensi asuransi jiwa di Indonesia sangat besar sekali seiring dengan jumlah penduduk Indonesia yang 240 juta jiwa. Olehkarena itu pemasaran kami bukan hanya di kota besar saja tetapi juga akan menjelajahi ke daerah-daerah sehingga kesejahteraan mereka lebih terjamin dengan memegang polis asuransi jiwa bagi masa depan mereka."


INTERNASIONAL POPULER

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved