Selamat dari Bom Hiroshima, Razak Meninggal Karena Faktor Umur
Razak dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh sakit di bagian dadanya
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Seorang warga negara Malaysia yang selamat dari peristiwa bom Hiroshima, Jepang, 64 tahun lalu, meninggal dunia di rumah sakit Kuala Lumpur, Kamis (18/7/2013), waktu setempat.
Datuk Abdul Razak Abdul Hamid, atau yang dipanggil Sensei Razak, meninggal dunia dikelilingi oleh sanak saudara keluarga, dan mantan murid-muridnya.
Razak dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh sakit di bagian dadanya, kemarin.
Seorang anaknya yang merupakan mantan Wakil Rektor Universitas Sains Malaysia, Tan Sri Dzulkifli Abdul Razak, mengatakan ayahnya meninggal tak lama setelah merayakan hari ulang tahunnya yang ke 88.
"Ini adalah hari yang menyedihkan bagi keluarga. Pada tanggal 7 Juli, kami telah merayakan ulang tahunnya yang ke-88 dan sekarang dia pergi. Namun, kami menerimanya sebagai takdir," ujarnya di rumah ayahnya di Taman Kamariah, Gombak, Malaysia, dikutip dari Asiaone.com.
Jenazah Razak akan dimakamkan di Taman Pemakaman Muslim Kuala Lumpur, di hari ini.
Razak merupakan seorang mahasiswa di Universitas Hiroshima Bunn (sekarang Universitas Hiroshima) ketika bom atom menghantam kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945.
Saat itu ia sedang dalam perjalanan untuk menghadiri kuliah di universitas ketika bom dijatuhkan oleh pesawat pembom Amerika Serikat.
Lokasi Universitas Hiroshima sekitar 1,5 km dari pusat ledakan.
Namun ia berhasil selamat, meskipun harus meninggalkan studinya akibat hancurnya bangunan universitas. (asiaone.com)