Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelenskyy Sebut Jawaban Putin Lemah, Rusia Hanya Peduli Uang
Zelenskyy menanggapi jawaban Putin mengenai surat terbuka yang ia kirim. Ia sebut jawaban Putin lemah, hanya peduli uang, dan tidak mau akhiri perang.
Ringkasan Berita:
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut tanggapan Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap tawaran negosiasi sebagai jawaban yang "lemah" dan menilai Moskow kembali memilih perang daripada perdamaian.
- Zelensky menegaskan tekanan internasional terhadap Rusia perlu ditingkatkan dan berharap Rusia memiliki sumber pendanaan yang lebih terbatas untuk melanjutkan perang.
- Sementara itu, Putin menolak usulan pertemuan langsung dengan alasan persoalan utama konflik belum diselesaikan.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.564 pada Sabtu (6/6/2026).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengomentari tanggapan Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap surat terbukanya yang mengusulkan negosiasi untuk mengakhiri perang.
Zelensky menyebut tanggapan Putin "lemah."
"Sayangnya, pihak Rusia kembali memilih perang – semua orang mendengar tanggapan hari ini. Itu adalah tanggapan yang lemah. Mereka memang tidak ingin mengakhiri perang. Saya pikir banyak orang di dunia kecewa dengan jawaban ini," ujar Zelenskyy, Jumat (5/6/2026).
"Dia tidak ingin mengubah apa pun dan tidak ingin mengakui bahwa hanya dia dan mereka yang menerima uang darinya yang menyukai perangnya - mereka semua tersenyum lebar hari ini," lanjutnya.
Ia menekankan bahwa tekanan terhadap Rusia harus ditingkatkan setelah tanggapan Putin terhadap tawaran negosiasi untuk mengakhiri perang.
"Rusia harus memiliki lebih sedikit uang," tegas presiden Ukraina.
Zelensky juga menegaskan bahwa Ukraina sedang mempersiapkan pertemuan baru dengan mitra Eropa dan format pertemuan dengan pihak Amerika, lapor Suspilne.
Baca juga: Putin Jawab Surat Zelenskyy, Sebut Isinya Kasar dan Picu Kontroversi
Putin Respons Surat Zelensky, Pertanyakan Manfaat Pertemuan Langsung untuk Akhiri Perang
Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi surat terbuka Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang mengusulkan pertemuan langsung untuk membahas perdamaian dan mengakhiri perang.
Putin menilai pertemuan tersebut belum akan bermanfaat selama persoalan utama penyebab konflik belum diselesaikan, serta mengkritik keputusan Zelensky mempublikasikan surat itu secara terbuka.
Ia juga menuduh Zelensky ingin menggunakan pertemuan tersebut untuk menghentikan kemajuan pasukan Rusia di medan perang.
Selain itu, Putin kembali menyinggung masa jabatan Zelensky yang telah berakhir pada 2024, meski Ukraina menegaskan pemilu tidak dapat digelar karena masih berlaku darurat militer.
Putin menegaskan perang akan berakhir setelah Rusia mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. Sementara itu, Ukraina menyebut surat tersebut sebagai upaya serius untuk membuka jalan menuju perundingan damai.
Rusia-Ukraina Lakukan Pertukaran Tawanan Perang
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa Ukraina dan Rusia kembali melakukan pertukaran tahanan, yang membuat 185 warga Ukraina berhasil dipulangkan dari tahanan Rusia.
Menurut Zelenskyy, para tahanan yang dibebaskan berasal dari Angkatan Bersenjata Ukraina, Garda Nasional, dan Dinas Perbatasan Negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/z3l3nskyy-34535r4wr.jpg)