Senin, 20 April 2026

Konflik Suriah

Butuh Tiga Pekan PBB Analisis Dugaan Penggunaan Senjata Kimia

Tim Inspeksi PBB, telah meninggalkan Suriah, Sabtu (31/8/2013), waktu setempat, setelah mereka menyelesaikan tugas

Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Tim Inspeksi PBB, telah meninggalkan Suriah, Sabtu (31/8/2013), waktu setempat, setelah mereka menyelesaikan tugas mereka di Suriah untuk menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Presiden Bashar al Assad terhadap warga sipil.

"Tujuan dari tim, sangat jelas untuk memastikan apakah telah digunakan senjata kimia di Suriah atau tidak, dan bukan oleh siapa," kata juru bicara PBB, Martin Nesirky, dikutip dari CNN, Minggu (1/9/2013).

Namun siapa pihak yang menggunakan senjata kimia dalam insiden yang terjadi di pinggiran kota Damaskus, 21 Agustus 2013, menjadi perdebatan global.

Pemerintah AS mengatakan bahwa tidak ada keraguan Pemerintah Suriah berada di belakang serangan itu, sementara Pemerintah Suriah menolak bertanggungjawab dan menyalahkan kelompok ekstrimis jihad atas serangan itu.

Tim memerlukan tiga minggu untuk menganalisa semua bukti yang ditemui di Suriah.

"Dibutuhkan waktu untuk menganalisis informasi dan sampel," kata Nesirky.

Nantinya hasil temuan akan diberikan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang nantinya akan memaparkannya di Dewan Keamanan PBB. (cnn)

Tags
Suriah
PBB
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved