Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Serang dan Sita Kapal Berbendera Iran, Disebut Coba Hindari Blokade di Dekat Selat Hormuz

Kapal kargo berbendera Iran diserang AS usai mencoba menghindari blokade angkatan laut di dekat Selat Hormuz.

Tayang:
Penulis: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Menurut AS, kapal kargo berbendera Iran telah mencoba menghindari blokade angkatan laut di dekat Selat Hormuz.
  • Komando militer gabungan Iran bersumpah untuk membalas.
  • Komando Pusat AS mengatakan bahwa kapal perusak tersebut telah mengeluarkan "peringatan berulang kali selama periode enam jam."

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) menyerang dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran, Minggu (19/4/2026).

Menurut AS, kapal kargo berbendera Iran telah mencoba menghindari blokade angkatan laut di dekat Selat Hormuz.

Menanggapi serangan AS, komando militer gabungan Iran bersumpah untuk membalas.

Buntut serangan AS itu, menimbulkan pertanyaan tentang gencatan senjata yang rapuh beberapa hari sebelum berakhir.

Saat ini, para mediator berupaya memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir pada Rabu (22/4/2026).

Presiden AS Donald Trump melalui media sosial mengatakan bahwa kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS di Teluk Oman memperingatkan kapal berbendera Iran, Touska, untuk berhenti dan kemudian "menghentikan mereka tepat di tempatnya dengan membuat lubang di ruang mesin."

"Marinir AS telah menahan kapal yang dikenai sanksi AS tersebut dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya," kata Trump, Minggu, dilansir AP News.

Sementara, Komando Pusat AS, yang tidak menjawab pertanyaan, mengatakan bahwa kapal perusak tersebut telah mengeluarkan "peringatan berulang kali selama periode enam jam."

Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata

Komando militer gabungan tertinggi Iran, Khatam al-Anbiya, menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menembaki salah satu kapal dagang Iran di Teluk Oman, dan bersumpah akan membalas.

Media pemerintah mengutip juru bicara Khatam Al-Anbiya yang mengatakan pada Senin (20/4/2026) pagi bahwa kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari China ke Iran.

“Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata oleh militer AS ini,” kata juru bicara tersebut.

Baca juga: Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan AS, Tegaskan Punya Hak di Selat Hormuz hingga Ejek Trump

Diberitakan Arab News, insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang tinggi di Selat Hormuz, jalur vital untuk minyak dan gas alam cair dunia, yang praktis tertutup sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran tujuh minggu lalu.

Iran sempat membuka kembali selat tersebut pada Jumat (17/4/2026) sebagai pengakuan atas gencatan senjata Israel-Hizbullah di Lebanon, tetapi menutupnya kembali pada hari berikutnya sebagai tanggapan atas blokade yang dipertahankan AS terhadap kapal-kapal yang berlayar ke dan dari pelabuhan Iran.

Trump mengatakan Touska berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS "karena riwayat aktivitas ilegal sebelumnya."

Kapal Touska terdaftar di situs web Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan sebagai kontainer berbendera Iran yang dikenai sanksi AS.

Kapal Tanker Berbalik Arah

PENUH RANJAU - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. Selat yang menjadi jalur penting perdagangan dunia itu dipenuhi ranjau laut yang dipasang Iran dalam perang melawan serangan Amerika Serikat dan Israel.
PENUH RANJAU - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. Selat yang menjadi jalur penting perdagangan dunia itu dipenuhi ranjau laut yang dipasang Iran dalam perang melawan serangan Amerika Serikat dan Israel. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN)
Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved