Tahun 2013 Tercatat yang Terpanas bagi Australia
Menurut Biro Meteorologi, tahun 2013 tercatat sebagai tahun terpanas bagi Australia.Suhu rata-rata tercatat lebih tinggi 1,20 derajat…
Menurut laporan yang disusun selama hampir 7 tahun ini, konsentrasi karbon dioksida di atmosfir meningkat sebanyak 40 persen sejak era pra-industri.
Sarah Perkins, pakar perubahan iklim University of New South Wales, menyatakan bahwa tahun 2013 merupakan bukti bahwa efek pemanasan global mulai terlihat.
Yang paling signifikan adalah suhu-suhu yang memecahkan rekor tanpa harus dipengaruhi El Nino.
“Biasanya, kalau kita mengalami suhu lebih hangat dibanding rata-rata, dan curah hujan di bawah rata-rata, itu ada hubungannya dengan musim panas El Nino,” jelas Perkins.
Namun, dua musim panas terakhir merupakan tahun ‘netral’ tanpa El Nino atau La Nina, jadi seharusnya suhu dan curah hujan termasuk rata-rata.
“Australia memang selama ini merupakan negara yang ekstrim; kita terbiasa dengan badai tropis atau gelombang panas atau sejenisnya, namun ini masalah waktu kejadiannya, terutama awal musim kebakaran hutan tahun ini. Tercatat paling awal. Itulah yang kita khawatirkan,” ucap Perkins.
Menurut Biro, samudra-samudra di bumi pun menghangat. Suhu permukaan laut selama 10 tahun terakhir tercatat paling hangat.
Awal tahun 2014 masih diwarnai cuaca ekstrim. Suhu tinggi terjadi di berbagai kawasan mulai dari bagian dalam Queensland hingga Australia Tengah, Australia Selatan bagian utara dan New South Wales bagian barat laut.