Breaking News:

Artis Terkenal Jepang Tegoshi Makan Kadal Raksasa Saat di Bali

Artis terkenal Jepang dari grup Johnny & Associates, Inc, Yuya Tegoshi, kelahiran 11 November 1987, ternyata mampu makan kadal raksasa.

zoom-inlihat foto Artis Terkenal Jepang Tegoshi Makan Kadal Raksasa Saat di Bali
Foto NTV/Richard Susilo
Artis Jepang Yuya Tegoshi di Bali dalam Acara Itte-Q, Kamis (30/3/2014).

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Artis terkenal Jepang dari grup Johnny & Associates, Inc, Yuya Tegoshi, kelahiran 11 November 1987, ternyata mampu makan kadal raksasa, capung dan kodok balar di Bali.

Kadal dianggap enak, capung bakar dengan sayuran dipepes dianggap menjijikkan, tapi kadal, "Wah enak ya," paparnya.

Demikian ungkap Tegoshi di acara Sekai no Hate Made Ittekyu (biasa dipanggil Itte-Q) malam ini sekitar jam 20.00 di NTV. Acara rekaman di Bali sejak sekitar 2 minggu lalu. Acara Itte-Q setiap hari Minggu dilakukan sejak 4 Februari 2007 dan sudah lebih dari 100 kali tayang, dengan tingkat popularitas cukup tinggi di Jepang.

Para pelaku ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Indonesia. Bahkan salah satu pelaku yang lain, Imoto pernah ke pulau Komodo, adu lari cepat dengan Komodo dan juga ke Irian Jaya.

Tegoshi yang berkunjung ke Taman nasional Tankoko di Sulawesi Utara melihat berbagai kehidupan alam di sana, mulai kera hitam yang lucu, cacing yang panjang, laba-laba, kodok, belalang, kupu-kupu, walangkekek, semut dan sebagainya. Artis ini sangat peka, sangat geli dengan serangga sehingga selalu berteriak-teriak saat melihat serangga, ketakutan.

Tiba giliran melihat laba-laba yang besar, langsung Tegoshi berteriak, "Geli....gak mau gak mau. Dikasih 100 juta yen juga pasti gak mau saya."

Kemudian tibalah seseorang dari FIFA, asosiasi sebakbola dunia, pengurus Jepang, Oikawa-san, menelponnya, "Kalau bisa tahan 30 detik saja bersama atau meraba laba-laba tersebut, maka kamu bisa jadi Penyiar Utama Piala Dunia di Brazil nanti."

Langsung saja Tegoshi berubah pikiran dan berusaha menyanggupi. Laba-laba pun ditaruh di badannya dan Tegoshi berteriak-teriak ketakutan, geli. Tapi setelah dicoba lagi, sambil dia menyebut, "Laba-laba cantik ya, baik ya, teman saya ya, senang saya," akhirnya 30 detik berlalu dengan laba-laba besar di tangannya, "Yatta!" (Horeee) teriaknya gembira.

Di Bali, Tegoshi memulai acara dengan menjelaskan arti warna bendera merah putih kepada pemirsa di Jepang. Lalu main adu kuat dorong mendorong di lumpuran Bali, kemudian ke acara tarian Bali menggunakan pakaian tarian Bali, dan sampai ke arah pijat-memijat.

Tidak diketahui di mana tempat spa ini, namanya Snake Spa. Satu jam sekitar 7.000 yen, "Tamunya berapa banyak?" tanya Tegoshi. Dijawab wanita Bali tempat spa tersebut, "Hanya satu orang."

Tempat spa itu yang memijat ternyata bukan tangan manusia, melainkan ular-ular ditaruh di badan kita untuk menggeliat di badan kita, dianggap memijat kita.

"Sentuhan ular itu dianggap dapat meningkatkan adrenalin kita dan dapat memijat dengan baik dari dalam tubuh kita sendiri," papar sang wanita yang menaruhkan ular-ular itu ke seluruh tubuh kita dari kaki sampai badan dan kepala.

Tempat spa (banyak) ular yang tak heran tamunya hanya stau orang sesuai diungkapkan wanita Bali yang membantu spa Tegoshi tersebut.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved