Takara Printing Ingin Banyak Perusahaan Jepang IPO di Indonesia
Seiichiro Akutsu, President Takara Printing Co.Ltd, ingin ikut membangun industri pasar modal Indonesia dan perusahaan Jepang lebih baik lagi.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seiichiro Akutsu, President Takara Printing Co.Ltd, ingin ikut membangun industri pasar modal Indonesia dan perusahaan Jepang lebih baik lagi sehingga perekonomian Indonesia pun dapat semakin baik di masa depan.
"Terjun ke pasar Asia sebenarnya sudah sejak tiga tahun lalu dan tahun lalu Februari kami mendekati Indonesia dengan menyelenggarakan seminar mengenai pasar modal di Indonesia. Direktur Utama BEI Ito Warsito, ikut hadir pula saat itu. Lalu setahun kemudian datang lagi ke Jepang dan kemarin 30 Oktober kita menandatangani kerja sama dengan BEI untuk memajukan pasar modal di Indonesia khususnya mendatangkan perusahaan Jepang agar IPO di pasar bursa Indonesia," papar Akutsu khusus kepada Tribunnews.com, Kamis (6/11/2014) sore.
Seluruh informasi terkait IPO di Indonesia dalam bahasa Jepang akan semakin mudah dimengerti investor, perusahaan maupun pelaku pasar di Jepang.
Selain itu Akutsu sudah memikirkan untuk membuka usaha di Indonesia terutama yang sejalan dengan usahanya yaitu percetakan.
"Masih belum serius tetapi memang terpikirkan untuk membuka perusahaan di Indonesia. Tapi nanti lah setelah kita bisa membawa perusahaan Jepang melakukan IPO di pasar bursa Indonesia, karena membuka usaha di Indonesia tidak lah mudah," tambahnya.
Saat ini baru 9 perusahaan Jepang yang ada di Indonesia telah listing di pasar modal Indonesia, padahal investasi Jepang sedikitnya 30 persen dari seluruh investasi asing yang ada di Indonesia, jadi potensial untuk listing di Indonesia.
"Potensi besar perusahaan Jepang untuk listing di Indonesia itu menjadi target kami agar lebih banyak lagi listing di Indonesia. Itulah sebabnya kami akan melakukan kegiatan seminar, road show, marketing campaign, workshop dan kegiatan sosialisasi lain yang dapat mengikutsertakan lembaga dan profesi penunjang di Jepang ataupun di Indonesia," katanya.
Penandatanganan Business Corporation Agreement di Jakarta, Kamis (30/10/2014) bukan lah hal yang baru. Itulah yang kedua kali, sedangkan yang pertama dengan Filipina.
Takara Printing berdiri pada tahun 1952, dengan menawarkan jasa percetakan All In One Initial Public Offering (IPO) Package, yaitu sejak persiapan hingga pasca IPO dengan memberikan panduan dalam menjalin hubungan dengan investor dan pemegang saham.
Perusahaan ini sudah listed di pasar modal dengan No.7921 per 31 Mei 2014. Perusahaan ini memiliki modal setor 2,05 miliar yen dengan mempekerjakan 676 karyawan. Harga sahamnya 778 yen per lembar saham hingga Jumat (31/10/2014).
Selain dengan Indonesia dan Filipina, penerjemahan mengenai IPO telah dilakukan di negara lain seperti Nasdaq Amerika Serikat, Taiwan, HongKong, Singapura, Malaysia, Korea dan Thailand.
Takara juga merupakan perusahaan terbuka, yang sahamnya telah tercatat di Tokyo Stock Exchange (TSE) pada tahun 1998.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/seiichiro-akutsu-president-takara-printing-coltd_20141106_145909.jpg)