Sabtu, 11 April 2026

UNESCO dan arkeolog kecam ISIS karena hancurkan Nimrud

Para arkeolog dan lembaga internasional menyampaikan kemarahan terhadap penghancuran kota kuno Asiria, Nimrud, oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Irak.

Para arkeolog dan lembaga internasional menyampaikan kemarahan terhadap penghancuran kota kuno Asiria, Nimrud, oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Irak.

Pada hari Kamis (05/03) ISIS - yang menguasai bagian-bagian di Irak dan Suriah - mulai menghancurkan situs yang didirikan pada abad ke-13 Sebelum Masehi itu, kata para pejabat Irak.

Irina Bokova, kepala Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) mengecam penghancuran "sistematis" di Irak ini sebagai "kejahatan perang".

"Ini merupakan serangan terhadap rakyat Irak, yang mengingatkan kita bahwa tidak ada yang aman dari pembasmian budaya di negara itu. Semua menjadi target: nyawa manusia, kelompok minoritas dan ini ditandai dengan penghancuran sistematis warisan budaya kuno," kata Bokova.

ISIS mengatakan tempat pemujaan dan patung kuno merupakan "benda berhala" yang harus dihancurkan.

"Mereka sedang menghapus sejarah kami," kata arkeolog Irak Lamia al-Gailani. Gailani mengatakan Nimrud merupakan salah satu situs paling penting di Irak.

ISIS juga menjual artefak

Nimrud terletak sekitar 30km di sebelah tenggara Mosul.

Banyak dari artefak yang ditemukan di sana sudah dipindahkan ke museum di Baghdad dan luar negeri, tetapi masih banyak yang tersisa di lokasi tersebut.

Sebagai tindakan vandalismes budaya, usaha untuk menghancurkan Nimrud sudah dibandingkan dengan perusakan patung batu karang Buddha Bamiyan oleh Taliban di Afghanistan pada tahun 2001, kata wartawan BBC Jim Muir di Beirut, Lebanon.

Sumber: BBC Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved