Selasa, 9 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Delegasi Iran dan AS Tiba di Pakistan, Siap Lanjutkan Negosiasi

Delegasi Iran dan AS tiba di Pakistan pada hari Jumat. Mereka dijadwal akan melanjutkan negosiasi pada hari Sabtu, 11 April 2026 di Islamabad.

Tayang:
Tasnim News
DELEGASI IRAN DI PAKISTAN - Tangkapan layar Tasnim Iran, Sabtu (11/4/2026), memperlihatkan delegasi Iran tiba di Pakistan pada hari Jumat (10/4/2026) untuk melanjutkan pembicaraan dengan AS dalam upaya mengakhiri perang. Mereka dijadwal akan melanjutkan negosiasi pada hari Sabtu, 11 April 2026 di Islamabad. 

Ringkasan Berita:
  • Delegasi Iran yang dipimpin Mohammad Baqer Qalibaf tiba di Islamabad untuk persiapan negosiasi dengan AS.
  • Iran mensyaratkan gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset sebelum pembicaraan dimulai.
  • Presiden AS Donald Trump menuntut Iran menghentikan pengayaan nuklir sebagai syarat utama.
  • Pakistan, melalui PM Shehbaz Sharif, memperingatkan negosiasi akan sulit meski diharapkan berlangsung konstruktif.

TRIBUNNEWS.COM - Televisi pemerintah Iran melaporkan delegasi pejabat senior Iran tiba di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada hari Jumat (10/4/2026) sebagai persiapan untuk pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).

Sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan syarat pertamanya adalah tidak ada pengayaan nuklir di Iran.

Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, dan termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohammad Baqer Zolghadr, Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati, bersama dengan anggota Parlemen dan komite politik, keamanan, militer, ekonomi, dan hukum.

Kantor Berita Fars melaporkan delegasi Iran di Pakistan terdiri dari 70 orang.

Delegasi tersebut mencakup 26 anggota dari komite teknis dan khusus di bidang ekonomi, keamanan, dan politik, di samping para negosiator utama, dan 23 perwakilan media dari berbagai lembaga.

Sisanya dari delegasi terdiri dari tim protokol, koordinasi, dan keamanan, dikutip dari Tasnim.

Ketua Parlemen Iran Tetapkan Syarat Negosiasi

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyebutkan dua syarat yang ditetapkan Iran untuk memulai negosiasi dengan AS.

"Dua dari langkah-langkah yang disepakati oleh para pihak belum dilaksanakan; yaitu penetapan gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang dibekukan sebelum dimulainya negosiasi. Kedua hal ini harus dicapai sebelum pembicaraan dimulai," kata Qalibaf, Jumat (10/4/2026).

Saat tiba di bandara Islamabad, Qalibaf mengatakan pengalaman Iran sebelumnya dalam bernegosiasi dengan Washington selalu disertai kegagalan dan janji yang ingkar.

Baca juga: Pengamat Nilai Gencatan Senjata AS–Iran Rapuh, Singgung Sikap Trump Jelang Pemilu Sela

Dia menambahkan bahwa Iran, dalam waktu kurang dari setahun negosiasi dan meskipun menunjukkan itikad baik, telah menjadi sasaran dua serangan, dan berbagai kejahatan perang telah dilakukan terhadapnya.

Qalibaf menekankan Iran memasuki negosiasi ini dengan itikad baik tetapi kurang percaya pada pihak Amerika, menegaskan Iran siap mencapai kesepakatan jika Washington serius dan bersedia memberikan hak-hak rakyat Iran.

Ia memperingatkan, Iran akan menghadapi apa yang disebutnya sebagai upaya apa pun untuk menggunakan negosiasi sebagai kedok penipuan atau untuk mengajukan tawaran yang "tidak berguna", menekankan Iran telah membuktikan selama perang terakhir kesiapannya untuk membela hak-haknya dengan mengandalkan kemampuan nasionalnya.

Iran menegaskan dimulainya pembicaraan bergantung pada penerimaan prasyarat yang telah ditetapkan oleh pihak AS.

Sementara Mohammad Reza Aref, Wakil Presiden Pertama, menekankan dukungan negaranya kepada tim negosiasi dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya oleh rezim dan rakyat dengan kompeten.

Delegasi Amerika Tiba di Iran

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengatakan sebuah tim termasuk Wakil Presidennya JD Vance dan penasihatnya Jared Kushner akan terlibat dalam negosiasi di Islamabad.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved