Sabtu, 30 Agustus 2025

Gempa di Nepal

Peneliti: 'Kemungkinan Akan Ada Gempa Lebih Banyak dan Besar'

Bollinger mengatakan bahwa kemungkinan akan ada gempa lagi, yang lebih banyak dan besar.

Editor: Rendy Sadikin
qz.com
Relawan bahu-membahu evakuasi korban-korban gempa Nepal. 

Laporan wartawan TRIBUNNEWS.com, Ruth Vania Christine

TRIBUNNEWS.COM - Ternyata, para ahli sudah prediksi gempa di Nepal, Sabtu (25/04/2015) siang, sejak bulan lalu.

Bahkan, gempa yang baru saja terjadi itu dikatakan efek domino dari sebuah pola gempa dari 700 tahun lalu.

Laurent Bollinger dari agen penelitian Prancis CEA sendiri mengaku menemukan polanya bulan lalu, saat sedang kunjungan lapangan di Nepal.

Dia juga sudah memperkirakan gempa akan terjadi di lokasi kejadian gempa itu, yaitu antara Kathmandu dan kota Pokhara.

Penemuan tersebut pun sempat ia dan timnya bawa ke Nepal Geological Society, dua minggu sebelum kejadian.

Menurut penelitian tersebut, pola terlihat dari gempa Nepal pada 1255 hingga terakhir pada 1934.

"Penemuan pola tersebut membuat kami menjadi merasa sangat prihatin," aku Bollinger dan timnya.

Sebuah kalkulasi pun didapat dari penelitian atas pola tersebut.

Bollinger mengatakan bahwa kemungkinan akan ada gempa lagi, yang lebih banyak dan besar.

"Gempa 7,8 kemarin sepertinya masih kurang besar untuk memecah permukaan, sehingga masih ada tenaga yang tersimpan. Kita harus bersiap untuk kemungkinan gempa lebih besar yang akan menyerang bagian barat dan selatan dari daerah ini (lokasi gempa) pada dekade-dekade depan," jelas Bollinger kepada BBC.

Tags
Nepal
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan