Berdalih Investasi, Dua Yakuza Mengancam Korbannya
Mereka meminta uang dengan dalih investasi yang dilakukan untuk judi pacuan kuda.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mafia Jepang atau Yakuza, khususnya dari kelompok Aizukotetsu-kai membuat rencana dengan dalih investasi ilegal sekaligus melakukan ancaman terhadap korbannya, dan berhasil diketahui polisi yang langsung menangkap dua orang anggota Yakuza tersebut belum lama ini.
"Polisi perfektur Kyoto Kamis lalu (9/7/2015) menangkap pimpinan Aizukotetsu-kai di Kyoto karena melakukan ancaman terhadap seorang pemilik restoran," papar sumber Tribunnews.com siang ini (12/9/2015).
Awal Februari 2015 bos Yakuza ini, Soichi Taki, 69, dan anggota nya, Hideaki Nakao, 55, memperoleh empat juta yen dari manajer dan sekaligus pemilik restoran di kota Kameoka, pada sebuah seminar mengenai judi pacuan kuda. Mereka meminta uang dengan dalih investasi yang dilakukan untuk judi pacuan kuda.
Pada saat meminta uang mereka juga melakukan ancaman kepada pemilik restoran tersebut, Taki menyebutkan pula bahwa permintaan sebenarnya 24 juta yen sesuai yang diminta mantan bos Aizukotetsu-kai yang lama, sehingga kini harus dilunasi pelan-pelan pintanya sambil mengancam.
Setelah ditangkap polisi, Taki membantah melakukan ancaman kepada pemilik restoran tersebut, "Saya tidak pernah mengancam dia minta uang," paparnya kepada polisi.
Di masa lampau belum lama ini Chairmain Aizukotetsu-kai yang berusia 59, pernah diputuskan bersalah oleh pengadilan karena melanggar UU Investasi dengan skema yang sama. Chairmain tersebut kini sedang naik banding atas keputusan pengadilan negeri tersebut.
Aizukotetsu-kai, bermarka sdi daerah Ukyo, Kyoto dengan jumlah anggota sekitar 120 orang. Informasi lengkap Yakuza dan kelompok ini bisa dilihat di www.yakuza.in
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/logo-kelompok-mafia-jepang-yakuza_20150712_213718.jpg)