Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Blokir Selat Hormuz Imbas Negosiasi ke Iran Gagal, Trump: All or None!

Trump menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran melakukan perdagangan minyak secara selektif.

Penulis: Bobby W
Editor: Sri Juliati

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz mulai 13 April 2026 guna menghentikan seluruh aktivitas ekspor minyak Iran.
  • Trump mengancam akan menghancurkan ranjau Iran, sementara Iran (IRGC) bersiap membalas setiap kapal militer yang mendekat; di sisi lain, Inggris dan Prancis mulai menggalang koalisi navigasi.
  • Ancaman blokade memicu lonjakan harga minyak dunia, di mana harga Brent mencapai 102 dolar AS atau setara Rp1.743.180

TRIBUNNEWS.COM - Situasi ketegangan global kembali meningkat setelah pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir buntu tanpa kesepakatan.

Menanggapi kegagalan negosiasi dengan Iran tersebut, Presiden AS Donald Trump langsung mengambil langkah drastis.

Mulai Senin (13/4/2026) pukul 10.00 waktu Eastern Standard Time (EDT), Trump secara resmi memerintahkan blokade militer di jalur maritim paling strategis di dunia yakni Selat Hormuz

Adapun perintah untuk memblokir Selat Hormuz tersebut secara resmi telah diberikan kepada Angkatan Laut AS. 

Trump menyebut blokade ini secara khusus menargetkan kapal-kapal yang menuju atau berasal dari Iran

All or None

Melalui wawancara di program “Sunday Morning Futures” di Fox News, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran melakukan perdagangan minyak secara selektif.

“Kita tidak akan membiarkan Iran menghasilkan uang dari penjualan minyak kepada pihak yang mereka sukai saja. Ini akan menjadi all or none (semua atau tidak sama sekali),” tegas Trump.

Melalui platform Truth Social, Trump juga menginstruksikan militer AS untuk menghancurkan ranjau-ranjau yang dipasang Iran di perairan tersebut.

Ia memberikan peringatan keras bahwa siapa pun dari pihak Iran yang berani menyerang kapal AS atau kapal sipil akan dihancurkan seketika.

Perundingan di Islamabad ini sedianya merupakan dialog paling intensif antara AS dan Iran dalam 47 tahun terakhir, yang bahkan melibatkan Wakil Presiden AS JD Vance.

Baca juga: Negosiasi dengan Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan, Hari Ini Trump Blokade Selat Hormuz

Namun, situasi di lapangan justru semakin memanas seiring berlanjutnya konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan.

Inggris dilaporkan sedang menggalang koalisi bersama Prancis untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Selain itu, Trump juga memberikan tekanan ekonomi tambahan dengan mengancam akan memberlakukan tarif 50 persen terhadap produk-produk China jika Beijing terbukti memasok senjata ke Iran.

Reaksi Keras Iran

Pihak Teheran sendiri menyayangkan kegagalan perundingan yang sebenarnya sudah hampir mencapai titik temu melalui Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan kegagalan dipicu oleh sikap "maksimalisme" dan perubahan target permintaan secara mendadak dari pihak AS. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved