Jumat, 24 April 2026

Ibadah Haji 2015

Paspor Jemaah Selama Perjalanan Madinah ke Mekkah akan Dipegang Pengemudi Bus

Paspor jemaah yang akan berangkat dari Madinah ke Mekkah sudah dikumpulkan petugas dan diserahkan ke Muassasah.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Adi Suhendi
Jemaah calon haji berjalan kaki menuju Masjid Nabawi untuk salat arbain 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, MADINAH - Paspor jemaah yang akan berangkat dari Madinah ke Mekkah, Minggu (30/8/2015) sudah dikumpulkan petugas dan diserahkan ke Muassasah untuk kemudian dipegang pengemudi bus yang akan membawa para jemaah.

Direncanakan keberangkatan bus dari hotel-hotel menuju terminal hijrah dimulai setelah salat subuh. Pengemudi bus tidak akan berangkat terlebih dahulu bila jumlah jemaah di bus tidak sama dengan paspor jemaah yang dipegangnya.

"Saat ini paspor sudah dikumpulkan, harus dipastikan tidak ada jemaah yang terlambat. Biasanya yang jadi permasalahan itu jemaah tersasar saat akan berangkat. Tetapi bus tidak akan berangkat selama jemaah belum lengkap. Jumlah paspor harus sama dengan orang yang akan berangkat, bila tidak itu bisa menjadi kasus," ungkap Kepala Seksi perlindungan jemaah Daker Madinah Maskat Ali Jasmun di Kantor Misi Haji Indonesia di Madinah, Sabtu (29/8/2015).

Jemaah tidak perlu khawatir, karena pengemudi bus yang memegang paspor tersebut diberikan kepercayaan langsung dari muassasah. Selain itu saat melakukan miqot di Bir Ali, jemaah tidak perlu khawatir dengan barang bawaannya karena akan dijaga sopir bus bersama petugas dari PPIH yang ditempatkan di Bir Ali.

"Barang di bus pasti aman, tanggung jawab dokumen paspor sudah dipercayakan sepenuhnya kepada driver. Sehingga barang di bus saat ditinggalkan jemaah untuk menjalankan salat di Masjid Bir Ali akan menjadi tanggung jawab driver dan petugas keamanan kita," ungkapnya.

Mengantisipasi jemaah bisa berangkat sesuai waktu, ketua kloternya sudah memberikan warning kepada jemaah untuk mempersiapkan jauh sebelumnya seperti menggunakan pakaian ihram saat dari pemondokan. Sehingga jangan aneh bila ada jemaah yang sudah mengenakan pakaian ihram saat berada di Masjid Nabawi.

"Jadi nanti saat di Bir Ali tinggal melaksanakan Miqot saja," katanya.

Selain itu, petugas di sektor pun akan melakukan penyisiran terhadap pemondokan-pemondokan, mengantisipasi adanya barang-barang jemaah yang tertinggal. Bila jemaah merasa ada yang tertinggal barangnya di pemondokan maka bisa langsung melapor ke petugas.

"Itu tugas sektor akan menyisir barang jemaah yang ketinggalan di pemondokan," ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved