Konflik Palestina Vs Israel
Pemilu Pertama Gaza dalam Dua Dekade: Harapan di Tengah Reruntuhan Perang
Warga Deir el-Balah, Gaza, menggelar pemilihan dewan kota pertama mereka dalam lebih dari 20 tahun pada Sabtu, 25 April 2026
Ringkasan Berita:
- Warga Deir el-Balah, Gaza, menggelar pemilihan dewan kota pertama mereka dalam lebih dari 20 tahun pada Sabtu, 25 April 2026
- Sekitar 70.000 pemilih dapat memilih dari empat daftar kandidat independen yang berfokus pada pelayanan dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi, bukan politik partisan.
- Namun para analis memperingatkan bahwa pemilu ini lebih merupakan upaya simbolis Otoritas Palestina untuk membuktikan eksistensinya di mata internasional
TRIBUNNEWS.COM - Warga Deir el-Balah di Gaza menuju tempat pemungutan suara pada Sabtu (25/4/2026) untuk pemilihan umum daerah pertama wilayah tersebut dalam lebih dari dua dekade, dengan harapan memulihkan pemerintahan lokal di tengah dampak perang dahsyat Israel yang masih terasa.
Mengutip Al Jazeera, kota di bagian tengah Gaza ini dipilih sebagai tempat uji coba kebangkitan proses demokrasi karena mengalami kerusakan infrastruktur yang lebih ringan dibanding wilayah lain di enklave yang terkepung itu. Meski begitu, luka akibat perang genosida Israel masih tampak jelas.
Pada Desember 2024, pasukan Israel mengebom gedung pemerintahan Deir el-Balah, menewaskan Wali Kota Diab al-Jarou dan 10 stafnya saat mereka tengah bekerja memberikan layanan esensial bagi warga Palestina yang mengungsi. Serangan mematikan itu dilakukan meski militer Israel sendiri telah menetapkan kota tersebut sebagai "zona aman".
Saat ini, Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina (CEC) — lembaga independen yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu di seluruh wilayah Palestina — memandang pemungutan suara ini sebagai tonggak penting.
Jamil al-Khalidi, direktur regional CEC, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemilu 25 April ini merupakan bagian dari proses yang lebih luas, mencakup 420 dewan lokal di Tepi Barat yang diduduki, dengan Deir el-Balah sebagai satu-satunya kotamadya yang berpartisipasi dari Gaza.
Ini menandai perubahan signifikan dari kebijakan penunjukan administratif yang selama 21 tahun terakhir menjadi praktik tata kelola di bawah kepemimpinan Hamas.
Sekitar 70.000 pemilih berusia 18 tahun ke atas dapat menyalurkan suara mereka antara pukul 07.00 hingga 17.00 waktu setempat (04.00–14.00 GMT).
Demi kelancaran proses, CEC telah menyediakan saluran hotline bebas pulsa bagi warga untuk memeriksa status pendaftaran mereka. Pemungutan suara akan berlangsung di 12 pusat pemilihan yang berlokasi di tempat seperti stadion lokal, pusat kegiatan perempuan, dan bekas klinik. Setiap pusat akan dilengkapi dengan delapan bilik suara.
Para pemilih akan memilih dari daftar kandidat yang telah disusun.
Baca juga: Butuh 71,4 Miliar Dolar AS untuk Bangun Kembali Gaza, Sekolah hingga RS Hancur Lebur akibat Perang
"Sistem pemilu mengandalkan daftar tertutup," jelas al-Khalidi. Setiap daftar harus memuat minimal 15 kandidat, dengan sedikitnya empat perempuan. Pemilih pertama-tama memilih satu dari empat daftar, kemudian memberikan suara preferensi untuk lima kandidat tertentu dalam daftar tersebut.
Lima belas kandidat dengan dukungan terbanyak akan membentuk dewan lokal baru, sekaligus memastikan keterwakilan perempuan tetap terjaga.
Partai politik resmi seperti Hamas atau Fatah tidak ikut berkompetisi di bawah bendera resmi mereka dalam pemilu ini. Sebaliknya, para kandidat sebagian besar tergabung berdasarkan aliansi kesukuan atau profesi.
Air Bersih, Bukan Politik
Empat daftar kandidat yang secara nominal independen bersaing memperebutkan kursi dewan: Peace and Construction (Perdamaian dan Pembangunan), Deir el-Balah Brings Us Together (Deir el-Balah Mempersatukan Kita), Future of Deir el-Balah (Masa Depan Deir el-Balah), dan Renaissance of Deir el-Balah (Kebangkitan Deir el-Balah).
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, sejumlah tokoh — termasuk Mohammed Abu Nasser, ketua daftar Peace and Construction, dan Faten Harb, kandidat dari Renaissance of Deir el-Balah — menekankan bahwa platform mereka murni berorientasi pada pelayanan, berfokus pada transparansi, dan beroperasi "jauh dari partisanisme".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/njelang-uji-coba-pemilu-Warga-Deir-el-Balah-Gaza-mengg.jpg)