Ibu Ini Tikam Pelaku Pedofil Tiga Putranya
Sarah Sands (32) menangis diganjar tiga tahun setengah pidana penjara oleh pengadilan karena terbukti membunuh pelaku pedofil terhadap tiga putranya.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di ruang sidang, Sarah Sands (32) menangis ketika hakim mengganjarnya tiga setengah tahun penjara karena terbukti bersalah menikam tetangganya, Michael Pleasted (77) pelaku pedofil.
Pengadilan mendakwa Pleasted dalam kasus pelecehan seksual terhadap tiga anak laki-laki Sarah tapi kemudian dibebaskan berdasar jaminan menjelang persidangannya digelar.
Polisi sempat menyelidiki tuduhan lain terhadap Pleasted. Muncul dugaan, selain melakukan pelecehan seksual terhadap tiga anak laki-laki Sarah, Pleasted juga melakukan hal sama kepada seorang anak lainnya.
Pada 28 November 2014, Sarah membawa pisau ke apartemen Pleasted di Canning Town, timur London, untuk mengkonfrotasi tuduhan tersebut. Setelah menikamnya, Pleasted merangkak keluar dari ruang tamu dan tewas di lorong menuju apartemennya.
Beberapa jam kemudian, Sarah menghubungi polisi dan menceritakan peristiwa yang terjadi di apartemen Pleasted.
Dalam persidangan, Sands mengatakan ia pergi menemui Pleasted agar mau mengakui kejahatannya, sehingga seorang bocah laki-laki yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual tak perlu harus hadir di persidangan.
Ketika Pleasted membuka pintu, ia mengabaikan permintaan Sarah dan hanya 'menyeringai' saat ia mengatakan bahwa anak-anak itu telah berbohong dan menghancurkan hidupnya.
Pengadilan Old Bailey menyatakan Sarah bersalah telah membunuh Pleasted akibat hilang kendali. Hakim Nicholas Cooke QC menilai kasus Sarah luar biasa, sehingga ia mengurangi hukuman terdakwa dari tujuh tahun menjadi tiga tahun setengah setelah mempertimbangkan posisinya sebagai orang tua tunggal.
Sands telah mendekam di tahanan selama 10 bulan terakhir dan bisa mendapatkan bebas bersyarat, berkumpul kembali dengan keluarganya paling cepat dalam waktu 11 bulan ke depan.
"Ini adalah kasus di mana terdakwa segera menyerahkan diri ke polisi dalam keadaan yang sangat tertekan. Ia tidak mengambil kesempatan untuk menyingkirkan barang bukti dan menunjukkan penyesalan," kata Cooke. (Metro.co.uk)