Kamis, 21 Mei 2026

Pertunjukan Wayang Kulit di Museum Kobe Memukau Warga Jepang

Pertunjukan wayang kulit Indonesia ternyata sempat memukau warga Jepang.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Foto Kobe Keizai Shimbun
Wayang kulit Indonesia ditayangkan di Kobe City Museum 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pertunjukan wayang kulit Indonesia ternyata sempat memukau warga Jepang.

Untuk kedua kalinya pertunjukan wayang kulit dilakukan lagi tanggal 29 November mendatang, pukul 11.30 dan pukul 14.30 waktu Jepang di Kobe City Museum Jepang.

"Pertunjukan ini adalah yang pertama kali dilakukan di Museum ini dan ternyata menarik sekali minat banyak orang sampai penuh sekali saat pertunjukan 7 November lalu. Akibatnya kita buat lagi tanggal 27 November mendatang untuk memberikan kesempatan kepada warga lain juga yang mau melihatnya," kata Hirai Hiraoke, sang petugas Museum khusus kepada Tribunnews.com, Rabu (11/11/2015).

Pertunjukan diselenggarakan di auditorium ruang bawah tanah Museum, seni tradisional Warisan Budaya Dunia UNESCO Wayang Kulit ini dipentaskan oleh Ibrahim Rofiq dan dibantu oleh Hiromi Sasaki dari tim yang dinamakan Hanajosu dibentuk tahun 2002 di Universitas Kobe.

Pertunjukan gamelan dan wayang, workshop, dengan fokus pada kolaborasi bersama seniman dan anak-anak.

"Kami memiliki kegiatan untuk menyebarkan kesenian tradisional Jawa yang berbasis di Osaka," kata tim tersebut.

Jumlah pengunjung 7 November lalu mencapai sekitar 350 orang menghadiri konser tersebut.

Juga bersamaan pertunjukan tersebut, dalang memperkenalkan sejarah dan asal-usul wayang, serta tanya jawab dengan pengunjung yang ternyata antusias sekali dengan budaya Jawa ini.

"Menarik sekali tetapi karena dipentaskan dalam bahasa lokal tua, sulit untuk mengetahui atau mengerti apa sebenarnya yang diucapkan atau apa isi ceritanya tersebut," kata seorang penonton yang mengakui sangat antusias dengan wayang kulit Indonesia itu.

Pada tanggal 29 November esok acara dilakukan dua kali, jam 11.30 dan jam 14.30. Tetapi diharapkan penonton hadir satu jam sebelumnya untuk mendapat tempat duduk yang terbatas.

Tidak ada biaya apa pun untuk menonton, tetapi untuk memasuki Museum harus bayar 1.500 yen per orang. Kecuali pelajar 1.100 yen per orang. Jangan lupa membawa kartu pelajar untuk diperlihatkan kepada petugas jaga.

"Untuk ke depan belum tahu apakah akan diselenggarakan lagi, namun syukurlah ternyata pementasan yang kemarin ternyata sukses besar," kata Hiraoka.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved