Breaking News:

Menjajaki Menjual Obat Dari Cacing Indonesia Hingga ke Jepang

Saya yang pertama memperkenalkan dan mengembangbiakkan, mengembangkan, mengolah jadi produk dan menjual cacing di Indonesia

Foto Richard Susilo
Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE, MH, Ketua Umum Gabungan pengusaha jamu dan obat tradisonal indonesia dan Presiden Direktur PT Vermindo Internasional 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pengembangan dan penjualan cacing berhasil sukses di Indonesia. Kini bahkan dipadukan dengan daun ashitaba dari Jepang sehingga membuat produk obat anti tifus dan stamina ini semakin baik.

"Saya yang pertama memperkenalkan dan mengembangbiakkan, mengembangkan, mengolah jadi produk dan menjual cacing di Indonesia sejak 15 tahun lalu sehingga populer seperti sekarang," papar Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE, MH khusus kepada Tribunnews.com sore ini (26/11/2015).

Obat herbalnya dengan nama Vermint tersebut kini bahkan dikembangkan dengan memadukan menggunakan daun dari Jepang yang terkenal membuat usia panjang, daun ashitaba, sehingga kualitasnya semakin meningkat lebih baik lagi.

"Saya kelola 7 ton cacing sebulan ada pembiakannya, penjualan meningkat terus tiap tahun naik 10% sehingga hasil penjualan harga pabrik kami saja mencapai sekitar 20 miliar rupiah setahun. Bahkan distributor jual kan akan lebih mahal lagi dan penghasilan mereka bisa mencapai 3 miliar rupiah sebulan," ungkap Dwi lagi.

Tentu saja dari keberhasilan tersebut Ranny juga ingin memasarkan juga ke Jepang.

"Apa di Jepang ada obat yang dibuat dari cacing?" tanyanya.

Tentu saja, tambahnya lagi, "Kalau ada kesempatan bisa masuk Jepang ya saya mau banget. Tapi Jepang kan standar ketat sekali peraturan nya ya. Butuh waktu lah untuk ke sana," tekannya lagi.

Menurutnya cacing terbaik jenis Lumbricus Rubellus paling bagus khasiatnya.

Pada saat mendaftarkan ke Majelis Ulama Indonesia untuk dapat sertifikat halal, ada Ibu di sana baru pulang dari Jepang.

”Saya diberitahukan ibu tersebut kalau di Jepang ada proses cacing yang sangat baik. Dari situ kita buat obat yang dari cacing. Karena cacing itu bagus lo. Bisa menyembuhkan tifus, bergizi, melonggarkan penyumbatan pembuluh darah dan sebagainya."

Mudah-mudahan, ujarnya, usahanya dapat berkembang lebih luas lagi ke Jepang meskipun harus hati-hati dan pelan-pelan supaya bisa memasuki pasar Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved