Polisi Jepang Ini Mabok dan Tidak Bayar Uang Taksi 4700 Yen

Seorang polisi Jepang mendapat peringatan dan disiplin keras dari pimpinannya karena mabok

Polisi Jepang Ini Mabok dan Tidak Bayar Uang Taksi 4700 Yen
Foto Richard Susilo
Markas kepolisian nasional Jepang di Kasumigaseki Tokyo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang sersan polisi Jepang berusia 38 tahun yang bertugas di kantor polisi Kamata Tokyo mengaku mabok dan tidak membayar uang taksi 4700 yen.

"Seorang polisi Jepang mendapat peringatan dan disiplin keras dari pimpinannya karena mabok dan tidak bayar uang taksi," ujar sumber Tribunnews.com Jumat ini (4/3/2016).

Polisi tersebut ditangkap karena dicurigai melakukan perampokan dan juga tidak membayar uang taksinya.

Sopir taksi melaporkan ke polisi setelah polisi mabok tersebut ke luar meninggalkan taksinya tanpa bayar.

Sersan Kenji Kodama tersangka yang berusia 38 tahun itu baru-baru ini mengendarai taksi jam 5 pagi hari.

Setelah turun dekat rumahnya di daerah Miyamae-ku, kota Kawasaki, dia turun begitu saja tanpa bayar uang taksi.

Sersan ini 2 Maret dan 3 Maret lalu cuti tidak masuk kantor dan kejadian jam 5 pagi tanggal 3 Maret 2016.

Dia naik taksi dari sebuah kedai minum sake di daerah Tokyo Setagaya.

Setelah turun dekat rumahnya di Kawasaki, dilaporkan ke polisi, segera polisi menangkapnya berdasarkan bukti rekaman video taksi tersebut.

Sersan mabok setelah dikonfirmasi mengaku tidak ingat hal tersebut karena sangat mabok.

Pimpinannya mengeluarkan pernyataan maaf sedalamnya kepada pers dan akan melakukan tindakan disiplin berat terhadap sersan mabok tersebut yang tidak bayar uang taksi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved