Imam Masjid Jepang Sheikh Abdullah Taqy Kecewa Penerbit Buku Indonesia

Seorang imam masjid Jepang, Sheikh Abdullah Taqy Takazawa sedang memikirkan kemungkinan untuk menuntut sebuah penerbit buku Indonesia.

Imam Masjid Jepang Sheikh Abdullah Taqy Kecewa Penerbit Buku Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sheikh Abdullah Taqy Takazawa atau Taku Takazawa (44), orang Jepang yang jadi Imam Masjid Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang imam masjid Jepang, Sheikh Abdullah Taqy Takazawa atau Taku Takazawa (44), biasa dipanggil Taqy, sedang memikirkan kemungkinan untuk menuntut sebuah penerbit buku Indonesia.

"Saya sangat kaget muncul buku dengan cover buku dan nama saya. Penulisan nama saya saja salah. Aduh bagaimana ini penerbit buku Indonesia ini ya?" katanya agak kesal.

Lalu apakah dia akan menuntut penerbit buku Indonesia tersebut?

"Saya masih pikir-pikir dulu segalanya nanti akan saya beritahukan. Tapi jelas ini tidak baik, sembarangan memuat foto orang yang saya tidak pernah sekali pun dikontak, tak pernah tahu ada buku ini, tak pernah ada komunikasi apa pun. Teman saya yang beritahu soal buku ini," tambahnya.

Buku tersebut setebal 244 halaman dengan judul namanya yang salah, tertulis Taku Takazawa, seharusnya Taqy, menuliskan dia banyak melayani yakuza. Tulisan mengenai Taqy pun hanya empat halaman saja.

"Padahal saya hanya sekali saja bertemu yakuza yang minta ditato dan itu pun tak selesai dia pergi karena kesakitan. Saya juga bukan yakuza, hanya tukang tato dan kini jualan aksesori, selain menjalani salat lima kali sehari," ujarnya.

Taqy benar-benar merasa bingung dengan pemunculan buku ini karena setidaknya menuliskan banyak kesalahan pada buku tersebut. Selain juga seenaknya saja menerbitkan buku tanpa sepengetahuannya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved