Sabtu, 11 April 2026

Kunjungan ke Perancis Gubernur Tokyo Jepang Sewa Guide Sampai Rp 312 Juta

Sedikitnya 80 persen anggota masyarakat Jepang khususnya warga Tokyo sudah meminta agar Masuzoe mundur dari jabatannya tersebut.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Gubernur Tokyo dan juga mantan Menteri Tenaga Kerja dan Kesehatan Jepang, Yoichi Masuzoe (65). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kian lama makin terungkap penggunaan banyak biaya perjalanan ke luar negeri yang dilakukan oleh Gubernur Tokyo Yoichi Masuzoe (65) serta penggunaan kebutuhan pribadi menggunakan dana politik.

"Untuk perjalanan ke Inggris dan Perancis selama 6 hari sejak 27 Oktober 2015, tiba di Narita 2 November 2015 memakai 50,4 juta yen, pakai pesawat terbang kelas First Class dan Hotel termahal di sana," ungkap Shun Otokita, anggota parlemen (DPRD) Tokyo kepada pers, Senin (6/6/2016).

Dari biaya tersebut yang menarik ada beberapa hal. Antara lain penggunaan guide (penunjuk jalan) dengan nilai sampai 2,4 juta yen atau sekitar Rp 312 juta.

Biaya sewa perlengkapan kantor, komputer, white board dan sebagainya sekitar 5 juta yen, padahal perhitungan normal paling banyak hanya 500.000 yen.

Perencanaan anggaran sebelum berangkat ke Inggris dan Perancis tertulis lebih dari 34 juta yen. Lalu dimintakan Quotation atau penafsiran harga dari perusahaan swasta mengenai biaya perjalanan dan sebagainya, ke luar angka tak lebih dari 16 juta yen.

Hal menarik lain adalah kunjungan seorang gubernur ke Inggris dan Perancis enam hari, dua hari untuk melihat event olahraga dan 4 hari untuk ke berbagai museum di sana.

"Satu perjalanan yang luar biasa hebat rasanya. Baru pertama kali saya dengar pimpinan satu daerah besar menggunakan pajak masyarakat, biaya pemerintah hanya untuk lihat pertandingan olahraga dan berkunjung ke museum saja," kata dia.

Sedikitnya 80 persen anggota masyarakat Jepang khususnya warga Tokyo sudah meminta agar Masuzoe mundur dari jabatannya tersebut.

Namun Masuzoe tidak berkeinginan untuk mengundurkan diri.

"Yang paling penting saya menjelaskan semua biaya yang saya pakai sekarang dan memang saya menyesal akan memperbaiki lebih lanjut bagi masa depan dalam penggunaan anggaran ini," katanya berkali-kali dalam pertemuan dengan para anggota DPRD Tokyo maupun dalam jumpa persnya, Jumat pekan lalu.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved