Bercanda Akan Jatuhkan Pesawat, Pilot Maskapai Thailand Terancam Sanksi
Seorang pilot maskapai Nok Air terlibat dalam sebuah group chat berisi 30 pilot, di mana pilot itu bercanda soal akan menjatuhkan pesawat.
TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK - Lantaran berujar akan menjatuhkan pesawat, seorang pilot dari sebuah maskapai Thailand terancam dikenakan sanksi.
Seorang pilot maskapai Nok Air terlibat dalam sebuah group chat berisi 30 pilot, di mana pilot itu bercanda soal akan menjatuhkan pesawat.
Sebuah screenshot group chat di aplikasi Line itu memperlihatkan bahwa para pilot membicarakan mantan PM Thailand Yingluck Shinawatra.
Shinawatra pada Minggu (12/6/2016) dijadwalkan untuk terbang dari Phrae menuju Bangkok, menggunakan pesawat Nok Air.
Pilot yang menerbangkan pesawat yang akan ditumpangi Shinawatra kemudian mengunggah foto Shinawatra yang sedang memasuki pesawat.
"Ini dia korban kita," demikian keterangan foto yang diimbuhkan pada foto unggahan di group chat tersebut.
"Coba lakukan CFIT," sahut seorang pilot Air Asia, yang tergabung dalam group chat tersebut.
Dalam ilmu penerbangan, CFIT (Controlled Flight Into Terrain) adalah prosedur menabrakkan pesawat ke tanah, air, atau gunung, oleh pilot.
Komentar itu kemudian memicu kritik netizen, setelah screenshot group chat tersebut tersebar di dunia maya.
Kritik juga datang dari pihak partai pendukung Shinawatra, Partai Pheu Thai, yang mendesak pihak maskapai untuk menindaklanjuti candaan tersebut.
Pihak maskapai Nok Air dan CEO Nok Air Patee Sarasin lalu menyampaikan pernyataan maaf pada laman Facebook resminya.
Dikatakan pilot Nok Air dan pilot Air Asia Thailand yang terlibat dalam percakapan itu akan mendapat sanksi atas itu.
"Saya harap hal ini akan menjadi pelajaran untuk tidak membawa tingkah laku pribadi ke ranah pelayanan profesional. Apalagi ketika itu menyangkut keselamatan dan nyawa orang," tulis Shinawatra di Facebook. (Bangkok Post/News.com.au)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pesawat-nok-air_20160614_160820.jpg)