Breaking News:

Dalam Sepekan Senapan Serbu AR-15 di AS Laku 30.000 Pucuk

Sebuah toko senjata online yang berbasis di Amerika Serikat menjual 30.000 pucuk senapan serbu AR-15 dalam sepekan.

Editor: Hendra Gunawan
Associated Press/Alex Brandon
Model senjata AR-15 yang dipakai untuk penembakan di Orlando, AS, oleh Omar Mateen, Minggu (12/6/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON DC -- Sebuah toko senjata online yang berbasis di Amerika Serikat menjual 30.000 pucuk senapan serbu AR-15 dalam sepekan.

Senapan serbu AR-15 adalah jenis senjata yang digunakan dalam tragedi penembakan kelab malam Pulse di Orlando, yang menewaskan 49 orang.

Hunter's Warehouse, nama toko online yang beralamatkan di Bellevue, Pennsylvania, AS mengklaim, sejak tragedi Orlando penjualan AR-15 justru semakin meningkat.

"Secara khusus penjualan AR-15 sudah sangat bagus. Penembakan (di Orlando) bukan pendongkrak angka penjualan," kata Tom Eagle, pemilik Hunter's Warehouse kepada Fox Business.

"Peningkatan penjualan justru muncul ketika pemerintah membicarakan untuk melarang penjualan beberapa jenis senjata," tambah Eagle.

"Saat orang kehilangan hak untuk membeli senjata jenis tertentu maka mereka akan membeli dan menginginkan senjata yang akan dilarang tersebut," tambah dia.

Senapan serbu semacam AR-15 sebenarnya dilarang beredar di AS sesuai dengan larangan yang diterbitkan pemerintah pada 1994.

Namun, ketika undang-undang tersebut kedaluarsa pada 2004 saat Kongres gagal memperbaruinya, senjata itu kemudian kembali masuk pasaran di AS.

"AR-15 dirancang sedemikian rupa, seseorang tak membutuhkan keahlian menembak untuk menggunakannya. AR-15 bahkan bisa diubah menjadi sebuah pistol," ujar John Stokes, seorang pemilik senjata asal Texas.

"Polisi dan warga sipil membeli AR-15 karena senjata itu bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti olah raga atau berburu. Jadi AR-15 seperti Lego untuk orang dewasa," tambah Stokes.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved