Inggris Keluar dari Uni Eropa

Kemenangan Rakyat Inggris yang Nasionalis

Yang lebih menarik adalah, kekalahan kubu Cameron dan kawan-kawan nyaris bukan merupakan harapan bagi banyak kalangan di dunia.

Telegraph/I-IMAGES/ANDREW PARSONS
David Cameron menyampaikan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri Inggris. (Telegraph/I-IMAGES/ANDREW PARSONS) 

TRIBUNNEWS.COM.COM, JAKARTA - Sebuah keputusan memenuhi janji kampanye telah dilakukan David Cameron Perdana Menteri Inggris.

Ia mengundurkan diri dari jabatannya setelah referendum apakah akan tetap bersama atau keluar dari Uni Eropa (UE) menghasilkan 52 keluar dan 48 tetap berama UE.

Mundur dari jabatan ini adalah konsekuensi logis karena saat kampanye Mei 2015 Cameron menjanjikan referendum Brexit di saat dirinya sendiri mendukung Inggris tetap bersama UE.

Tema kampanye adalah Britain Stronger in Europe. Kubu lawan menghendaki keluar dari UE dengan tema kampanye, Good Bye Europe, Hello World. Dua kubu ini begitu sengit bertarung sebagaimana nampak pada hasil referendum.

Menurut pengamat kebijakan publik, Ichsanuddin Noorsy, paling tidak ada lima hal yang dipertentangkan.

Yakni perdagangan luar negeri, iuran keanggotaan UE, regulasi terpusat UE, imigrasi dan ketenagakerjaan, dan peran internasional Inggris. Bagi kubu Cameron dan kawan-kawan, ke lima hal itu menguntungkan Inggris.

Kubu lawannya menyatakan sebaliknya, Inggris merugi. Dalam perdagangan internasional, misalnya, ekspor Inggris ke UE mencapai 50 persen.

Sementara ekspor UE ke Inggris 6,6 persen. Namun Inggris harus membayar iuran keanggotaan 350 juta pound sterling pekannya ke UE.

"Inggris juga merasa, peranan internasionalnya tereduksi oleh UE dan migrasi ke Inggris terus meningkat. Dampak sosialnya adalah ketimpangan ekonomi dan konflik sosial secara horizontal yang meningkat. Pertimbangan ini yang membuat kubu good bye europe dipandang lebih logis oleh para pemilik suara," ujarnya.

Yang lebih menarik adalah, kekalahan kubu Cameron dan kawan-kawan nyaris bukan merupakan harapan bagi banyak kalangan di dunia.

Halaman
123
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved