Jumat, 23 Januari 2026

Presiden Duterte Maki Uni Eropa: Persetan Dengan Anda

Ia juga menyebut Uni Eropa sebagai orang-orang munafik.

Editor: Johnson Simanjuntak
Philippine Daily Inquirer
Rodrigo Duterte 

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte kembali berang dan meluapkan amarahnya terhadap Uni Eropa (UE) yang menudingnya melanggar HAM atas kebijakannya perang terhadap para pelaku kasus narkoba.

Sebelumnya Uni Eropa, pada Selasa (20/9/2016), menyerukan dihentikannya pembunuhan tersangka narkoba di Filipina.

"Saya membaca kecaman Uni Eropa terhadap saya. Aku akan mengatakan kepada mereka, 'persetan dengan Anda.' Anda melakukannya dalam pendamaian bagi dosa-dosa Anda," ujar Duterte dalam sebuah pidato di Kota Davao.

Duterte menyentil "dosa-dosa" anggota Uni Eropa, atas kekejaman yang telah mereka lakukan di masa lalu.

Ia juga menyebut Uni Eropa sebagai orang-orang munafik.

Ia menambahkan bahwa dirinya telah membaca sejarah yang menunjukkan apa yang telah dilakukan negara-negara Eropa, katanya.

Sebagai contoh, Perancis dan Inggris yang telah membunuh orang-orang saat masa penjajahannya di Asia.

"Dan kemudian Uni Eropa sekarang memiliki keberanian untuk mengutuk saya. Saya ulangi, 'persetan Anda,' "katanya.

Sejak disumpah menjadi presiden pada akhir Juni sekitar 3.000 orang dibunuh, sepertiganya diduga sengaja ditembak mati oleh polisi dan sisanya oleh orang-orang tak dikenal menurut statistik kepolisian.

Ia menang besar di pemilihan presiden setelah berjanji bahwa 100.000 penjahat akan ia bunuh dalam kampanye memberantas kejahatan narkoba.

Pada hari Minggu (18/09) Duterte mengatakan bahwa perang melawan penjahat akan diperpanjang enam bulan karena masalah narkoba lebih parah dari yang ia duga.

Pekan lalu parlemen UE mengatakan mereka sangat khawatir dengan tingginya korban 'pembunuhan di luar proses peradilan' atau extrajudicial killing di Filipina.

Resolusi UE menyebutkan bahwa Duterte harus menghentikan 'eksekusi tersebut dan segera melakukan penyelidikan'.

Duterte mengatakan kalau pun memang ada pembunuhan di luar proses hukum, para korban kasus ini adalah para penjahat. (Philippine Daily Inquirer/BBC)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved