Soal Laut China Selatan, Duterte Terbang ke Jepang Temui Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe
Duterte kepada wartawan di Manila mengatakan, kunjungannya ini merupakan kesempatan untuk sebuah kemitraan dengan Jepang yang strategis dan kokoh.
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO- Presiden Filipina Rodrigo Duterte memulai lawatan kenegaraannya selama tiga harinya di Jepang.
Menurut jadwal, Duterte dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertukar pandangan atas kerja sama ekonomi dan persengketaan wilayah di Laut Cina Selatan.
Duterte tiba di Bandara Haneda Tokyo pada Selasa (25/10/2016) sore.
Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Jepang sejak ia menjabat.
Usai menghadiri jamuan makan malam yang digelar oleh Menteri Luar Negeri Fumio Kishida pada Selasa (25/10/2016), Duterte akan bertemu dengan PM Abe pada Rabu (26/10/2016) besok.
Sebelum bertolak ke Jepang, Presiden Rodrigo Duterte kepada wartawan di Manila mengatakan, kunjungannya ini merupakan kesempatan untuk sebuah kemitraan dengan Jepang yang strategis dan kokoh.
Ketika Duterte mengunjungi Cina pekan lalu, ia dan Presiden Cina Xi Jinping setuju untuk menyampingkan masalah persengketaan wilayah di Laut Cina Selatan.
Duterte dalam sebuah wawancara dengan NHK pada Senin (24/10/2016) mengatakan siap untuk berbicara tentang ketertarikan yang sama, pertahanan nasional dan keamanan maritim. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Duterte dan Abe akan membahas masalah Laut Cina Selatan.
Diberitakan, dalam rangka kunjungannya ini, Duterte akan bertemu dengan penangungjawab Badan Koperasi Internasional Jepang (JICA). Pasalnya diperkirakan Jepang akan menyediakan proyek kredit Yen Jepang yang baru kepada Filipina.
Dalam jumpa pers rutin kemarin, Sekretaris Kabinet Jepang Osamu Fujimura menyatakan, berharap kunjungan presiden Filipina bakal dengan lebih lanjut mendorong perkembangan hubungan kemitraan strategis kedua negara.
Dia menyatakan pula sudah siap dengan Duterte mengkoordinasi pendirian mengenai masalah Laut Tiongkok Selatan. Akan tetapi, dalam wawancara kemarin dengan media Jepang, Presiden Duterte telah dengan jelas menyatakan bahwa berbagai perselisihan antara Tiongkok dan Jepang akan dipecahkan melalui konsultasi kedua negara.
Asistent Periset Insititut Hubungan Modern Tiongkok Chen Qinghong berpendapat, Duterte memperlakukan Jepang sebagai mitra bantuan bagi pembangunan Filipina.
Sedangkan Jepang ingin Filipina berfungsi untuk membantu Jepang di bidang diplomatik geopolitik. Maka dalam kunjungan kali ini, di satu pihak Jepang akan memberikan sejumlah bantuan kepada Filipina dan membahas kerja sama ekonomi, di satu pihak lain juga akan meningkatkan konsulasi kedua negara di bidang keamanan kemaritiman.
Sebelumnya Jepang telah mengeluarkan sinyal bahwa akan meminta Filipina mengambil kebijakan agak keras dalam masalah Laut Tiongkok Selatan.
Chen Qinghong mengatakan, Duterte telah jelas menyatakan pendiriannya mengenai masalah Laut Tiongkok Selatan.
Duterte akan memilih politik luar negeri yang berdasarkan kepentingan negaranya sendiri tapi bukan berdasarkan kepentingan sekutu AS-Filipina ataupun kepentingan kemitraan strategis Jepang-Filipina. Chen berpendapt, Duterte akan melakukan diplomatik seimbang antar negara besar. Bagaimana perkembangan hubungan Jepang-Filipina, patut dicatat lebih lanjut.
Sumber: NHK/CRI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-filipina-rodrigo-duterte_20161026_075302.jpg)