Panik Gorila Lepas Pengunjung Kebun Binatang Ueno Jepang Berlarian
Polisi pun dipanggil, senapan pembius disiapkan untuk menembak Gorila liar tersebut.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seekor Gorila tahu-tahu lepas di kebun binatang Ueno Tokyo Jepang.
Pengunjung semua panik dan petugas berlarian mempersiapkan jala untuk menangkapnya.
Polisi pun dipanggil serta ambulance dipersiapkan.
"Itulah cara kami melakukan latihan apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal di luar rencana, hal darurat atau ada kempa bumi dan sebagainya. Kita selalu latihan darurat setiap tahun biasanya awal Februari," ujar Takeshi Iuchi, salah satu pimpinan kebun binatang Ueno hari ini, Selasa (15/11/2016) menjelaskan mengenai latihan tahunan kebun binatang tersebut.
Tentu saja dalam latihan itu tidak digunakan Gorila asli tetapi seorang manusia yang berpakaian seperti Gorila dan berperilaku sebagai Gorilla.
Setelah Gorila lepas, pengunjung berlarian ke mana-mana panik.
Petugas menggiring pengunjung ke tempat pengungsian.
Lalu tim penangkap langsung dikerahkan membentangkan jala penangkap.
Polisi pun dipanggil, senapan pembius disiapkan untuk menembak Gorila liar tersebut.
Diperagakan pula apabila petugas kurang hati-hati maka Gorila bisa marah dan memukulnya sehingga sangat membahayakan petugas pula dan petugas langsung terlempar jatuh seolah pingsan akibat dipukul Gorila.
Lalu senapan yang sudah siap, ditembakkan ke Gorila dan tak berapa lama Gorila pun lemas jatuh dan tak sadarkan diri.
Bersama-sama dengan jala yang besar, menutupi diri Gorilla, menggiring dan mengangkat Gorila ke atas truk besar untuk diamankan.
Setelah aman, kebun binatang dibuka kembali untuk umum.
Itulah yang terjadi saat pelatihan darurat kebun binatang Ueno yang dilakukan bersama-sama dengan para petugas dan staf kebun binatang Tama Jepang. Namun lokasinya di kebun binatang Ueno.
"Latihan dimaksudkan untuk mempersiapkan diri sewaktu-waktu untuk keadaan darurat, agar koordinasi dapat terjadi dengan baik meskipun darurat. Terpenting lagi bagaimana mengantisipasi para pengunjung masyarakat agar bisa segera dipindahkan ke tempat pengungsian supaya terjauhkan dari bahaya apa pun. Barulah penanganan binatang yang lepas. Koordinasi pun bukan hanya internal tetapi juga ke luar seperti polisi, ambulance dan sebagainya," kata Iuchi.
Pelatihan dilakukan sejak 23 Februari 1990 dan seterusnya setiap dua tahun pada bulan Februari saja.
Binatang ancaman pun gonta-ganti, bukan hanya Gorila tetapi juga Badak besar (buatan) pada latihan tanggal 8 Februari 2012, lalu macan (mainan) tanggal 10 Februari 2010, lalu juga Beruang (mainan) tahun 2002 dan sebagainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/latihan-di-jepang-nih2_20161115_174816.jpg)