Minggu, 12 April 2026

Peningkatan segregasi sosial di Inggris mengkhawatirkan

Laporan Dame Louise Casey tentang integrasi kelompok minoritas di Inggris memperingatkan bahwa pemisahan sosial berada pada tingkat mengkhawatirkan.

Pemisahan dan keterpisahan sosial di beberapa wilayah Inggris berada pada 'tingkat mengkhawatirkan' dan mendorong kesenjangan di beberapa wilayah Inggris, seperti terungkap dalam sebuah laporan.

Para perempuan dalam sejumlah komunitas bahkan 'tidak mendapat hak-hak mendasar' sebagai warga negara Inggris.

Badan-badan pemerintah di Inggris juga dianggap sering mengabaikan atau memaafkan praktik-praktik keagamaan yang 'memisahkan' atau yang 'berbahaya' karena khawatir dianggap rasis.

Hal tersebut terungkap dalam kajian yang dipimpin oleh Dame Louise Casey tentang integrasi kelompok minoritas, yang ditunjuk pada masa pemerintahan mantan Perdana Menteri David Cameron.

Louise Casey -yang mendapat gelar kehormatan Dame- berpendapat ada kegagalan dalam menangani keterpisahan secara politik dan ekonomi, khususnya, di kalangan masyarakat Muslim.

Dia memberi gambaran sebanyak 60% perempuan berdarah Pakistan yang berada dalam usia kerja di Inggris merupakan pengangguran.

Salah satu sarannya adalah agar para pendatang mengambil 'sumpah integrasi' dan penekanan yang lebih banyak atas nilai-nilai Inggris di sekolah.

Menteri Komunitas, Sajid Javid, mengatakan akan mempelajari temuan-temuan itu secara lebih seksama.

Inggris, menurut Javid, sudah lama menjadi rumah dari banyak budaya dan komunitas yang berbeda namun semuanya haris menjadi bagian dari satu masyarakat.

"Kita tahus melihat secara serius fakta-fakta dan seharusnya tidak menghindari dari tantangan yang kita hadapi. Laporan Dame Louise merupakan sumbangan yang bernilai dan saya akan mempelajari dengan seksama," tambah Javid.

Perubahan imigrasi dan populasi

Laporan Dame Louise menyebutkan ada keluhan yang semakin berkembang di kalangan sebagian komunitas Muslim di Inggris.

Dia mengangkat para perempuan yang merasa terpinggirkan karena kemampuan bahasa Inggris mereka yang terbatas dan pada saat bersamaan menjadi korban dari 'kontrol yang dipaksakan, kekerasan dan kejahatan, yang sering dilakukan atas nama nilai agama maupun budaya'.

Islam, London, Inggris

Laporan yang menyebutkan Inggris semakin terpisah secara sosial dibantah seorang penasihat pemerintah.

Ditambahkannya bahwa masjid-masjid sering memberi 'saran yang terbelakang' kepada perempuan dewasa dan anak perempuan tentang gaya hidup dan pakaian.

Sementara itu terlalu sedikit para pemimpin yang menangani masalah-masalah tersebut, karena khawatir mendapat cap rasis atau kehilangan dukungan dari komunitas minoritas.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved