Breaking News:

Pancasila Dihina

Menhan Australia Minta Kasus Pelecehan Pancasila Tidak Dikhawatirkan

Demi menjaga hubungan negara, Menteri Pertahanan Australia meminta agar kasus pelecehan Pancasila tidak dikhawatirkan.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
Tribun Timur/Fahrizal Syam
(Ilustrasi) Kapal perang milik Australia, HMAS Yarra bersandar di Dermaga Hatta, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (26/10/2016). TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM 

Laporan Wartawan Tribunnews, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, CANBERRA - Demi menjaga hubungan negara, Menteri Pertahanan Australia meminta agar kasus pelecehan Pancasila tidak dikhawatirkan.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne menyesali adanya temuan materi pelatihan militer di Australia yang menyinggung Pancasila dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Namun, menurutnya, masalah itu sebaiknya tak perlu dikhawatirkan, mengingat hubungan Indonesia-Australia selama ini terjalin baik.

"Menurut saya, akan lebih baik jika kasus tersebut tidak terlalu dikhawatirkan," kata Marise Payne.

"Saya yakin hubungan baik dan mendalam antara kedua negara menjadi bukti bahwa kasus ini bisa kita proses bersama," ucapnya lagi.

Marise Payne yakin butuh waktu untuk memproses kasus tersebut.

Namun, ia optimis hasilnya akan positif dan tak mengganggu hubungan Australia-Indonesia.

Sebelumnya, melalui pernyataan tertulis, Marise Payne mengatakan kasus tersebut tengah diselidiki langsung Angkatan Darat Australia.

Marise Payne juga menyebut Panglima Angkatan Bersenjata Australia (ADF) Mark Binskin telah menghubungi Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved