Breaking News:

Pelaku Penembakan Masjid Kanada Ternyata Penggemar Berat Donald Trump

Insiden tersebut menewaskan enam orang di masjid itu, saat ibadah salat maghrib tengah dilaksanakan.

USA Today/AP/Jacques Boissinot

TRIBUNNEWS.COM, QUEBEC CITY - Pelaku penembakan di sebuah masjid di Kanada, Minggu (29/1/2017), ternyata merupakan penggemar berat Donald Trump.

Seorang mahasiswa keturunan Kanada-Prancis bernama Alexandre Bissonnette menjadi pelaku penembakan di Masjid Agung Quebec, Kanada.

Insiden tersebut menewaskan enam orang di masjid itu, saat ibadah salat maghrib tengah dilaksanakan.

Melalui akun Facebook-nya, Alexandre Bissonnette diketahui sebagai sosok anti-feminisme, yang sangat ia suarakan dalam banyak postingannya.

"Dia memang tidak begitu terlihat rasis atau anti-Islam, tapi pandangannya seperti menyiratkan demikian," kata seorang rekan satu kampus Alexandre, Vincent Boissonneault.

Alexandre Bissonnette juga diketahui menggemari Presiden AS Donald Trump dan penyanyi AS Katy Perry.

"Dia jelas merupakan orang yang pro-Israel dan pro-Trump. Dia tidak suka dengan imigran," komentar rekannya yang lain, Allard Prus.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyampaikan amarahnya atas insiden tersebut, yang disebutnya sebagai "serangan teroris".

"Kanada mengecam serangan teroris yang menargetkan muslim di tempat ibadah dan tempat berlindung mereka," sebut Justin Trudeau.

"Keberagaman adalah kekuatan kita dan toleransi terhadap umat beragama adalah nilai yang kita pegang teguh sebagai warga Kanada," katanya lagi. (USA Today/The Guardian)

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved