Pertama Kali di Jepang, Anak Buah Memeras, Top Bos Yakuza Kena Denda Pengadilan

Pengadilan Nagoya 31 Maret 2017 lalu memutuskan kasus pemerasan Yakuza kepada pemilik restoran

Pertama Kali di Jepang, Anak Buah Memeras, Top Bos Yakuza Kena Denda Pengadilan
Ist
Shinobu Tsukasa, Bos Yamaguchigumi generasi ke-6, kelompok yakuza terbesar di Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pertama kali diputuskan dalam sejarah pengadilan di Jepang, anak buah mafia Jepang (Yakuza) yang memeras restoran, minta uang bulanan, kini diputus yang bersalah dan kena denda malah Top Bos Yakuza terbesar di Jepang, Yamaguchigumi, yang dikenakan kepada Shinobu Tsukasa.

"Inilah merupakan penerapan hukum UU Anti Yakuza yang diimplementasikan sejak 2011 lalu. Anak buah yang melakukan, lalu terbukti sebagai anak buah, maka top bos pun bisa kena hukuman, tahu atau tidak tahu sekalipun," papar sumber Tribunnews.com Selasa ini (4/4/2017).

Pengadilan Nagoya 31 Maret 2017 lalu memutuskan kasus pemerasan Yakuza kepada pemilik restoran, bahwa Shinobu Tsukasa, Bos Yamaguchigumi generasi ke-6, kelompok yakuza terbesar di Jepang, bersalah dan diharuskan membayar denda 13 juta yen.

Padahal kasusnya berawal pemerasan, meminta uang bulanan kepada sebuah restoran di Nagoya antara tahun 1998 sampai dengan 2010 akhirnya pemilik restoran terus membayar uang proteksi yakuza tersebut.

Uang proteksi yang biasa dinamakan Mikajimeryo itu dibayarkan kepada Yoshitake Matsuyama, kepada geng yakuza Kodo-kai, yang langsung berada di bawah Yamaguchi-gumi sebesar total 10,85 juta.

Tahun 2008, Matsuyama mengancam pemilik restoran, kalau tidak bayar lagi maka tidak tanggungjawab apabila restoran dibakar.

Mendengar ancaman tersebut sang pemilik restoran tentu ketakutan dan terus membayar sampai tahun 2010, lalu melaporkan kepada polisi.

Matsuyama di disidangkan dengan tindak pemerasan. Lalu keputusan pengadilan 31 Maret lalu akhirnya sebagai keputusan final selain menahan Matsuyama juga mendenda Tsukasa 13 juta yen sebagai ganti rugi karena anak buahnya bersalah melakukan pemerasan.

"Pemerasan adalah tindak pidana dan terbukti bos Yakuza itu terlibat dalam pemersan tersebut kini dengan keputusan pengadilan tersebut," papar hakim Shigeto Kashima dengan berani mengumumkan hasil sidangnya.

Semula pemilik restoran menuntut 17 juta ganti rugi namun hanya dikabulkan 13 juta yen saja. Pemersan terhadap restoran antara 30.000 yen-100.000 yen per bulannya.

Uang hasil pemerasan tersebut biasanya disetorkan ke atasan yakuza dan ini disebut Jonokin.

Semakin banyak Jonokin diberikan ada kemungkinan karirenya meningkat bisa menjadi bos yakuza pula. Begitulah sistim yang ada di dalam yakuza.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved