Rabu, 20 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Tuduh Ukraina Siapkan Serangan Drone dari Negara Baltik

Rusia menuduh Ukraina menyiapkan serangan dari negara-negara Baltik. Latvia dan negara Baltik lainnya membantah tuduhan Rusia.

Tayang:
Kremlin
PRESIDEN RUSIA - Foto Kremlin diambil pada Rabu (22/4/2026), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan CEO Rosseti, Andrei Ryumin (tidak terlihat dalam foto) pada 14 April 2026. Pada 19 Mei 2026, Rusia menuduh Ukraina menyiapkan serangan dari negara-negara Baltik. Latvia dan negara Baltik lainnya membantah tuduhan Rusia. 

Ringkasan Berita:
  • Rusia menuduh Ukraina menyiapkan serangan drone dari wilayah Latvia, Lithuania, dan Estonia, bahkan mengancam Latvia dengan “pembalasan” meski negara itu anggota NATO.
  • Amerika Serikat langsung membela Latvia dan menegaskan komitmennya terhadap pertahanan NATO.
  • Negara-negara Baltik membantah tuduhan Moskow dan menyebutnya sebagai disinformasi.
  • Ketegangan meningkat setelah jet F-16 NATO menembak jatuh drone di wilayah Estonia.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.547 pada Rabu (20/5/2026).

Badan intelijen luar negeri Rusia (SVR) menuduh Ukraina sedang menyiapkan serangan pesawat nirawak terhadap Rusia dengan menggunakan wilayah Latvia, Lituania, dan Estonia sebagai titik peluncuran.

Tuduhan itu disampaikan pada Selasa di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan negara-negara anggota NATO di kawasan Baltik.

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, bahkan melontarkan ancaman langsung kepada Latvia.

“Keanggotaan NATO tidak akan melindungi Anda dari pembalasan,” kata Nebenzya, Selasa (19/5/2026).

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari Amerika Serikat (AS).

Duta Besar AS untuk PBB, Tammy Bruce, menegaskan Washington tetap berkomitmen penuh terhadap pertahanan seluruh anggota NATO.

“Tidak ada tempat untuk ancaman terhadap anggota dewan. Amerika Serikat tetap memegang teguh semua komitmennya kepada NATO,” ujarnya.

Pernyataan saling serang itu memperlihatkan meningkatnya ketegangan diplomatik antara Rusia dan negara-negara Barat terkait perang Ukraina yang masih berlangsung.

Baca juga: Putin Disambut Menlu China dengan Santai, Tunjukkan Rusia Tetap Teman Lama

AS Bela Latvia setelah Rusia Ancam “Pembalasan” terkait Drone Ukraina

Amerika Serikat memperingatkan Rusia agar tidak mengancam Latvia setelah duta besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, menyatakan bahwa Latvia bisa menghadapi “pembalasan” terkait dugaan operasi drone Ukraina.

Pernyataan keras itu muncul setelah Rusia menuduh Ukraina berencana meluncurkan serangan drone terhadap wilayah Rusia dari negara-negara Baltik, termasuk Latvia.

Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh negara-negara Baltik yang menyebut klaim Moskow sebagai kebohongan dan bagian dari propaganda.

Di tengah ketegangan tersebut, sebuah jet tempur F-16 NATO milik Rumania dilaporkan menembak jatuh sebuah drone di atas wilayah Estonia pada Selasa.

Insiden itu diduga berkaitan dengan gangguan elektronik Rusia yang menyebabkan drone jarak jauh Ukraina menyimpang hingga memasuki wilayah NATO.

Peristiwa tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap potensi meluasnya konflik Rusia-Ukraina ke kawasan Baltik dan wilayah aliansi NATO.

Latvia hingga Estonia Bantah Tuduhan Rusia soal Basis Drone Ukraina

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved