Tukang Sampah Temukan Uang Tunai Jepang 42 Juta Yen di Bak Sampah

Seorang pengangkut sampah berusia 63 tahun di kota Numata kemarin sore jam 18.00 waktu Jepang saat mengangkut sampah menemukan uang tunai 42 juta yen.

Tukang Sampah Temukan Uang Tunai Jepang 42 Juta Yen di Bak Sampah
Richard Susilo
Uang 10.000 yen Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Uang tunai Jepang senilai 42 juta yen ditemukan di dalam bak sampah di Numata Perfektur Gunma Jepang kemarin.

Polisi mencari siapa pemiliknya.

"Polisi mendapat laporan dan menemukan uang tunai 42 juta di dalam bak sampah menunggu siapa yang menjadi pemiliknya," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (5/4/2017).

Seorang pengangkut sampah berusia 63 tahun di kota Numata kemarin sore jam 18.00 waktu Jepang saat mengangkut sampah menemukan uang tunai 42 juta yen.

Lalu dibawanya ke kantor polisi dan melaporkan penemuan tersebut.

Setelah dihitung dengan teliti oleh polisi ditemukan 42,51 juta yen uang tunai tersebut dalam satu keranjang sampah.

Polisi menduga ada kemungkinan si pemilik salah buang sampah yang disangka sampah sebelumnya ternyata berisi uang tunai.

Namun sumber Tribunnews.com di kalangan mafia Jepang (yakuza) menduga ada kemungkinan kesengajaan pula dari pihak tertentu terutama kalangan yakuza untuk menyumbangkan dengan cara membuang ke tempat sampah.

"Yakuza atau orang yang tak benar mendapatkan uang tak mungkin menyumbang atau memberikan begitu saja kepada siapa pun karena si penerima pasti akan mengusut dan mencari tahu mengapa menyumbang dan uang apa itu. Daripada pusing dengan segala macam itu, uang dibuang ke tempat sampah dengan maksud nantinya dapat dimanfaatkan untuk tujuan sosial kemasyarakatan terutama bagi yang membutuhkan uang bagi kehidupannya."

Kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi di masa lalu di Jepang. Uang "kotor" dari pihak sekitar yakuza melakukan hal tersebut untuk disumpangkan kepada orang miskin atau yang membutuhkannya.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved