Mantan Bos Yakuza Jepang Dituduh Pencucian Uang dan Pasok Dana ke Teroris

Tahun 2006 Sugawara ditangkap di London dengan tuduhan melakukan pencucian uang dan dana dipasok ke teroris.

Mantan Bos Yakuza Jepang Dituduh Pencucian Uang dan Pasok Dana ke Teroris
Richard Susilo
Mantan pimpinan Yakuza afiliasi Yamaguchigumi, Sugawara Ushio, bos Watanabe gumi dan salah satu pimpinan Sato gumi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bicara mafia Jepang (Yakuza) tak lepas dari soal uang.

Mantan pimpinan Yakuza Sugawara Ushio bos Watanabe gumi dan salah satu pimpinan Sato gumi, bicara ceplas ceplos semua hal mengenai dirinya khusus kepada Tribunnews.com sore ini (11/4/2017).

"Dulu saya pernah ditangkap di London karena dituduh pencucian uang (money laundering) dan dituduh untuk mendanai teroris. Itu tidak benar walaupun ditandai oleh FBI Amerika Serikat mengenai saya hanya lantaran karena saya salah satu pimpinan di Yamaguchigumi," papar Sugawara yang berhenti sebagai Yakuza (ashi arai) tahun 2015.

Tahun 2006 Sugawara ditangkap di London dengan tuduhan melakukan pencucian uang dan dana dipasok ke teroris.

Menurutnya tidak masuk akal hal tersebut.

"Kalau pasokan dana ke teroris lalu saya tidak kirim, pasti saya sudah dibunuh teroris profesional kan banyak. Saat ini saya sudah meninggal mungkin kalau memang berurusan sama teroris. Jadi saya akhirnya dilepaskan, setelah dibantu pengacara Inggris saat itu," tambahnya.

Demikian pula uang yang katanya Penipuan sampai 240 juta yen dan tertangkap di Thailand 14 Juni 2012 menurutnya merupakan bagian dari kerjasama dua pihak.

"Yang tuntut dari pihak teman saya hasil pengelolaan uang yang dilakukan orangtuanya juga dan mereka yang melakukan. Saya juga terlibat memang tetapi semua sudah dibereskan dan Clear oleh polisi sehingga saya bebas seperti sekarang ini," jelasnya.

Sugawara kini setelah dua tahun melepaskan diri dari Yakuza, banyak melakukan penulisan buku dan menulis di media serta membantu beberapa perusahaan Jepang pula supaya dapat penghasilan untuk hidup normal.

Saat ke luar dari Yakuza yang membawahi pula sekitar 50 anak buahnya saat itu, semua berjalan lancar.

"Yang penting tak ada hutang di dalam kelompok Yakuza yang ditinggalkan, tidak ada masalah apa pun dan pimpinan juga rela merestui ke luar. Kalau pimpinan merasa tak ada orang tak boleh ke luar ya mungkin repot juga. Tapi terpenting tak ada masalah dengan uang," jelasnya lagi.

Bagaimana di masa depan mau balik lagi jadi anggota Yakuza?

"Gak lah cukuplah 23 tahun di dunia Yakuza. Tidak akan balik lagi dan saya hanya akan jadi rakyat biasa saja, cari uang dengan baik untuk kehidupan sehari-hari ya," tekannya.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved