Kepala Asosiasi Orangtua Murid SD di Jepang Bunuh Anak Usia 9 Tahun

Kepala sosiasi orangtua murid sekolah dasar di Kota Matsudo Perfektur Chiba, ditangkap polisi karena dicurigai membunuh siswa SD.

Kepala Asosiasi Orangtua Murid SD di Jepang Bunuh Anak Usia 9 Tahun
Istimewa
Kimimasu Shibuya (46) Kepala Asosiasi Orangtua Murid SD Jepang yang membunuh anak wanita usia 9 tahun 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepala Asosiasi orangtua murid sekolah dasar (SD) di Kota Matsudo Perfektur Chiba, Jumat (14/4/2017) ditangkap polisi karena dicurigai membunuh siswa SD wanita berusia 9 tahun warga negara Vietnam di Matsudo.

"Tersangka pembunuh anak wanita itu ditangkap berkat bukti hasil rekaman kamera CCTV yang dimiliki pihak kepolisian saat ini," ungkap sumber Tribunnews.com, Minggu (16/4/2017).

Mayat Re Thi Nhat Lin (9) bulan lalu (Maret 2017) ditemukan polisi tergeletak di pinggiran bantaran kali di Kota Matsudo dengan bukti bekas pembunuhan.

Kamera CCTV merekam hasil kejadian sore hingga malam tanggal 24 Maret 2017 saat Lin hilang dan juga polisi menemukan bukti keterkaitan pembunuhan di mobil kecil Shibuya saat pemeriksaan dilakukan kemarin.

Ayah Lin, Lee Ein Hao (34) baru saja tiba di Narita Minggu (16/4/2017) pagi dan kepada pers menyatakan ingin agar pembunuhnya dihukum berat.

"Saya ke Jepang untuk melihat pembunuhnya dan ingin agar dia dihukum berat atas perbuatannya. Kami sangat sedih sekali atas kepergian Lin," katanya setelah kembali ke Narita dari pemakaman putrinya di Vietnam kemarin.

Baca: Warga Jepang Mulai Panik Persiapkan Kemungkinan Rudal Beracun Korea Utara

Baca: Peluncuran Rudal Jarak Menengah Korea Utara, Warga Jepang Makin Tegang

Polisi menduga Shibuya karena Kepala Asosiasi orangtua murid SD tempat Lin sekolah, maka Lin tahu dan mengenal Shibuya, lalu diculik dan dibunuh serta dibuang ke pinggir kali.

Penyelidikan polisi masih terus dilakukan terhadap Shibuya, bagaimana cara dia menarik Lin, bagaimana cara membunuhnya dan apa motif pembunuhannya.

Pada saat upacara kemarin dilakukan di Jepang, Shibuya tidak hadir dengan alasan sedang sakit.

Teman-teman Shibuya curiga saat itu karena upacara kematian di Jepang teramat penting dan Shibuya sebagai Kepala Asosiasi Orangtua Murid juga memiliki posisi sangat penting di SD tersebut, namun tidak hadir.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved