Penggunaan Internet Belum Substansial Bagi Perusahaan UKM Jepang

Penggunaan internet walaupun sudah mulai memasyarakat, tetapi bagi perusahaan UKM Jepang hingga kini masih belum substansial

Penggunaan Internet Belum Substansial Bagi Perusahaan UKM Jepang
Richard Susilo
Tomoko Ina, kepala peneliti Direktorat UKM dari Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Penggunaan internet sebagai bagian dari bisnis perusahaan skala kecil dan menengah (UKM) Jepang masih belum substansial hingga kini sehingga belum bisa diharapkan memberikan penghasilan yang cukup bagi mereka.

"Penggunaan internet walaupun sudah mulai memasyarakat, tetapi bagi perusahaan UKM Jepang hingga kini masih belum substansial. Mungkin di masa mendatang akan semakin berperan nantinya," papar Tomoko Ina, kepala peneliti Direktorat UKM dari Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang khusus kepada Tribunnews.com Selasa ini (25/4/2017).

Selain masih belum menggunakan internet dengan sepenuhnya, kecenderungan saat ini tampaknya menyerahkan beberapa bidang ke pihak ketiga, misalnya perancangan, marketing, pencarian tenaga kerja dan sebagainya.

"Hal ini karena antara lain kekurangan tenaga kerja di Jepang. Itulah salah satu masalah yang dihadapi cukup besar oleh UKM di Jepang saat ini mengenai tidak adanya penerus karena kekurangan SDM. Akibatnya beberapa solusi tampaknya sedang dipikirkan termasuk penggunaan tenaga kerja asing di perusahaan mereka."

Dari penelitian METI pula ternyata tipe perusahaan baru yang dipegang anak muda Jepang (usia sampai dengan 39 tahun) ternyata punya pertumbungan sangat besar dalam usaha mereka.

Sedangkan usia 40 tahunan dengan pertumbuhan stabil dan yang dipegang usia 50 tahunan ke atas pertumbuhannya dapat dikatakan rendah.

Dibandingkan negara lain, UKM Jepang memiliki penghasilan usaha yang paling rendah, misalnya dibandingkan UKM dari Inggris, Amerika, Jerman dan Perancis.

Namun apabila membandingkan dari segi pembukaan perusahaan baru UKM di jepang menunjukkan tanda tertinggi, terbanyak buka usaha di Jepang kelas UKM dibandingkan UKM dari Inggris, Amerika, Jerman dan Perancis.

Pada tahun 2015 banyak UKMJepang yang bangkit dengan baik pertumbuhannya terutama di bidang jasa seperti akomodasi dan restoran tumbuh sekitar 6m5%, demikian pula perusahaan jasa pelayanan yang terkait kehidupan sehari-hari, panti jompo, rumah sakit, obat-obatan dengan pertumbuhan sekitar 5% di atas rata-rata pertumbuhan sekitar 3,8%.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved