Pengusaha Jepang Sebut Selatan Pulau Jawa Banyak Terdapat Ikan Tuna

Bagian selatan Pulau Jawa, dekat Kepulauan Chrismas, antara Indonesia dan Australia, ternyata banyak ikan tuna bertelur yang perlu dilestarikan.

Pengusaha Jepang Sebut Selatan Pulau Jawa Banyak Terdapat Ikan Tuna
Koresponden Tribunnews/Richard Susilo
Jun Yamashita, Presiden Asosiasi Koperasi Perikanan Tuna Jepang (Nikkatsu) yang juga CEO Japan Tuna Fisheries Corporation. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bagian selatan Pulau Jawa, dekat Kepulauan Chrismas, antara Indonesia dan Australia di lautan Hindia, ternyata banyak ikan tuna bertelur yang perlu dilestarikan.

"Saat saya makan malam dengan Menteri Susi Pudjiastuti dua minggu lalu, saya sampaikan kepadanya bahwa banyak ikan tuna bagus-bagus di selatan Pulau Jawa antara Indonesia-Australia tepatnya dekat Pulau Christmas," kata Jun Yamashita, Presiden Asosiasi Koperasi Perikanan Tuna Jepang (Nikkatsu) yang juga CEO Japan Tuna Fisheries Corporation kepada Tribunnews.com, Senin (24/4/2017).

Mantan Deputy Director General Kementerian Perikanan Jepang ini berharap Indonesia bisa menjaga daerah selatan Pulau Jawa tersebut agar lestari karena banyak telur ikan tuna.

"Kalau di sana tidak dilestarikan, semua ikut diambil kapal angkut besar, ditakutkan habitat tuna akan hancur. Mungkin selain diambil sedikit demi sedikit daerah tersebut juga bisa dilestarikan oleh Indonesia sebagai tempat pembibitan ikan tuna alamiah yang baik, karena banyak telur ikan tuna di sana, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan alam laut sekitarnya," kata Jun.

Asosiasi Perikanan Jepang (Nikkatsu) dalam mempekerjakan para nelayan muda Indonesia melihat pekerja yang rajin dan sangat disenangi nelayan kapten kapal Jepang.

Baca: Yorrys Sebut Golkar Sudah Punya Strategi Jika Setya Novanto Ditetapkan Tersangka

"Kapal-kapal penangkap ikan Jepang kecil-kecil tidak seperti milik AS atau Eropa. Para nelayan penangkap ikan dari Indonesia mereka selama ini pekerja rajin, baik dan cepat belajar dari kapten kapal perikanan yang ada. Citranya baik menurut saya," kata dia.

Oleh karena itu para pemilik perusahaan kapal perikanan Jepang senang dengan para nelayan Indonesia yang ikut bekerja dengan mereka (Nikkatsu).

Jumlahnya sekitar 1.200 orang dari 3.000 orang yang bekerja bagi berbagai perusahaan perikanan di Jepang.

"Dulu jumlah nelayan dari Indonesia jauh lebih banyak dari 3.000 orang. Tetapi karena usaha perikanan tidak menguntungkan dan banyak yang bangkrut di Jepang, maka kini hanya sedikit saja nelayan yang direkrut dari Indonesia," ujar dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved