Allan Nairn Siap Hadapi Hary Tanoe di Pengadilan Atau Mana Saja

Tanggapan atas tulisan Allan tersebut menimbulkan banyak informasi menarik di internet

Allan Nairn Siap Hadapi Hary Tanoe di Pengadilan Atau Mana Saja
Foto Youtube
Allan Nairn saat diwawancarai Amy Goodman 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang wartawan Amerika Serikat (AS) Allan Nairn (60) yang lahir di Morristown, New Jersey dengan ibu berasal dari Puerto Rico, menyatakan siap menghadapi tuntutan Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe).

"Artikel yang saya buat akurat dan saya senang sekali kalau bisa diskusi dengan Hary Tanoe dalam peranannya yang mendukung gerakan kudeta di Indonesia, baik di Pengadilan maupun di mana saja," jawab Allan khusus kepada Tribunnews.com dalam emailnya Rabu ini (26/4/2017).

Laporan Allan yang ke luar 19 April lalu dalam bahasa Inggris menuliskan FPI didukung penuh oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan mereka mau melakukan kudeta di Indonesia.

Pemberi dana tersebut tulis Allan antara lain Hary Tanoe, serta didukung politisi Fadli Zon.

Tanggapan atas tulisan Allan tersebut menimbulkan banyak informasi menarik di internet antara lain dari twitter @ronin1947 menuliskan bahwa Allan antek komunis pembenci TNI Nasionalis.

Jurnalis tersebut bukan seorang amerikano asli, dia adalah seorang warga keturunan Puerto Rico, tulisnya lagi.

Selain itu dituliskan pula, "Sosok Allan Nairn banyak terinspirasi oleh Ralph Nader seorang keturunan Libanon berideologi kiri"

Pemikiran pemikiran kirinya Allan Nairn, juga banyak terinspirasi pemikiran ideologi komunis yang berasal dari Rusia dan Kuba, tambahnya.

"Sementara kebencian Allan Nairn terhadap TNI adalah doktrin yang dibangun dari LSM komunis di Inggris bernama TAPOL, LSM berkedok HAM."

"Allan Nairn adalah salah satu agen kontributor data data tentang kesalahan TNI di Timur Timor dan Papua dengan alasan HAM. keberadaan TAPOL di Inggris yang bertugas mendiskreditkan keberadaan TNI dengan Orde Baru (Soeharto) dengan jualan HAM dan Demokrasi."

Ada 51 daftar mengenai Allan yang dituliskan akun twitter @ronin1947 tersebut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved