Pertama Kali di Jepang Kereta Api Berhenti 10 Menit saat Peluncuran Rudal Korut

Sistim J Alert merupakan sistim peringatan instan nasional Jepang apabila ada keadaan darurat

Pertama Kali di Jepang Kereta Api Berhenti 10 Menit saat Peluncuran Rudal Korut
Richard Susilo
Sebuah stasiun kereta api bawah tanah dengan pengumuman berhenti demi keamanan (insert), walau tidak disebutkan adanya peluncuran rudal 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Untuk pertama kali jaringan kereta api Jepang berhenti selama kira-kira 10 menit sekitar jam 6:07 karena mendapat pesan berbahaya dari sistim J-Alert yang berasal dari pusat pengendali keamanan nasional Jepang, akibat peluncuran rudal Korea Utara (Korut) yang gagal jam 5:33 pagi ini (29/4/2017) waktu Korea.

"Pada saat kereta menghentikan operasinya ada pengumuman Demi Keamanan terpaksa kereta dihentikan. Kira-kira demikian," papar Takayama seorang penumpang yang menggunakan Chiyoda Line pagi ini kepada Tribunnews.com.

Bukan hanya kereta jaringan kereta api saja ternyata beberapa jalan raya di Tokyo juga mengumumkan mendadak agar demi keamanan menghentikan kendaraan.

Namun banyak pengendara tampaknya tidak menghentikan karena tidak tahu apa yang dimaksud dan belum pernah terjadi pengumuman "keamanan" tersebut.

Kereta api bawah tanah Jepang berhenti sekitar jam 6:03 pagi ini dan menyalakan semua lampu serta pengumuman Darurat warna merah untuk menjelaskan ada "sesuatu bahaya" terjadi dan perlu perhatian serius warga Jepang. Setelah sekitar 10 menit kereta api jalan beroperasi kembali.

Demikian pula kereta peluru (Shinkansen) JR Hokuriku terpaksa menghentikan operasi antara Stasiun Kanazawa dan Stasiun Joetsu di Perfektur Niigata pukul 06.08 pagi ini sebagai tindakan berjaga-jaga.

Shinkansen JR Hokuriku beroperasi lagi sekitar pukul 06.18.

Sistim J Alert merupakan sistim peringatan instan nasional Jepang apabila ada keadaan darurat nasional seperti serangan dari negara luar atau apa pun yang bersifat nasional dan membahayakan warga Jepang.

Selain kereta api bawah tanah, juga kereta api swasta lain seperti Tobu Railways Co.Ltd juga menghentikan kereta apinya.

Pihak kementerian transportasi Jepang langsung mengkorfirmasi semua operator kereta setelah keadaan dianggap aman kembali.

Pagi ini Korut meluncurkan rudal balistiknya sepanjang kira-kira 50 kilometer namun dgagal meledak di dalam Korut.

Lebih dari 30 rudal telah diluncurkan Korut sejak satu tahun terakhir ini baik peluncuran dari darat maupun peluncuran dari dalam laut (kapal selam).

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved