Kamis, 14 Mei 2026

Beginilah Cara Suap-menyuap Ala Orang Jepang

Salah satu cara dengan membeli kotak makanan berisi manju, kue tepung mirip roti mantou

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
Ist
Sebuah boks berisi manju (kue Jepang) atasnya, di bagian bawah puluhan ribu yen uang tunai diselipkan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Siapa bilang di Jepang tidak ada sogok menyogok terhadap masyarakatnya terutama saat pemilihan umum (pemilu)?

Bukan hanya politik swasta pun melakukan hal demikian supaya bisnisnya lancar.

"Tahun 2004 Januari saat pemilu di perfektur Aomori, para kandidat melakukan sogokan ke masyarakat langsung dengan bermacam cara," ungkap sumber Tribunnews.com Jumat ini (5/5/2017).

Salah satu cara dengan membeli kotak makanan berisi manju, kue tepung mirip roti mantou, berisi umumnya kacang merah manis, dibungkus plastik.

Lalu bagian bawah kue manju itu biasanya diselipkan lembaran uang tunai puluhan ribu.

"Ada yang seratus ribu yen dan macam-macam per keluarga masyarakat di sana," paparnya lagi.

Ada pula yang menyelipkan di bawah keset depan rumahnya dan bahkan ada pula yang langsung di dalam amplop di selipkan ke sekitar lokasi makanan sehingga saat beres-beres, misalnya taplak meja diangkat, kelihatanlah amplop berisi uang tersebut. Tentu setelah tamu pulang pemberesan meja makan tersebut.

Model bagi-bagi uang tunai masih tetap dilakukan sampai saat ini namun dengan berbagai cara di Jepang.

Tidak sedikit memberikan kartu keanggotaan klub golf. Mengapa? Karena bisa dijual kepada orang lain.

Kartu keanggotaan club golf seperti saham bisa dijual lagi dan harganya juga sekitar satu juta yen untuk jadi anggota sebuah klub golf di Jepang dengan memiliki kartu keanggotaan tersebut.

Cara suap-menyuap lain tentu dengan menghibur orang itu ke klub sangat mahal, klub khusus dengan pelayan restoran wanita yang sangat cantik dan seksi.

Umumnya sekali masuk klub khusus tersebut bisa habis satu juta yen per orang.

Tentu saja boleh sentuh pegang sang wanita dengan lembut. Soal hubungan seks ya tergantung kedua insan tersebut.

"Kini settai atau servis pada tamu, khususnya ke klub eksklusif mulai sedikit karena keadaan ekonomi tidak begitu baik seperti saat bubble ekonomi awal tahun 1990-an lampau," tambahnya lagi.

Namun soal sogok-menyogok tetap ada, hanya saja dalam bentuk halus dan ada tata caranya. Hanya orang Jepang yang mengetahui dan melakukan hal itu, atau orang asing yang telah puluhan tahun tinggal di Jepang dan banyak terlibat di dunia bisnis kelas tinggi maupun yang terlibat di dunia politik, mengetahui cara-caranya yang sangat halus tersebut.

Tak heran kasus korupsi tak pernah hilang di Jepang sampai detik ini, termasuk penyalahgunaan kekuasaan para politisi untuk kepentingan pribadi dan atau keluarganya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved